Rhoma Irama Hormati Putusan PTUN, Namun Tetap Nilai KPU Melakukan Pembangkangan Hukum

Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) Rhoma Irama mengaku menerima dan akan menghormati hukum.

Rhoma Irama Hormati Putusan PTUN, Namun Tetap Nilai KPU Melakukan Pembangkangan Hukum
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama 

WARTA KOTA, CAKUNG - Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) Rhoma Irama mengaku menerima dan akan menghormati hukum.

Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan yang dilayangkan Partai Idaman, atas putusan KPU yang tidak meloloskan partai tersebut dalam Pemilu 2019.

"Saya menghormati putusan PTUN. Idaman patuh akan hukum yang berlaku," ujarnya usai persidangan di PTUN Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Baca: PTUN Tolak Gugatan Partai Idaman Besutan Rhoma Irama

Namun begitu, Rhoma tetap menilai KPU telah melakukan pembangkangan hukum dengan tidak melaksanakan verifikasi, sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 53 Tahun 2017.

Sang Raja Dangdut menyayangkan putusan Mahkamah Konstitusi yang sempat dijadikan alat bukti oleh Partai Idaman itu, tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim.

Apa yang dipertimbangkan, yakni putusan Bawaslu, dinilai bukan ranah konstitusi. Sedangkan menurut Rhoma, terdapat putusan Mahkamah Konstitusi sebelumnya.

"Terjadi kontradiksi, antara putusan PTUN dan putusan MK. Tapi, inilah proses hukum kita yang harus dihormati," ucap Rhoma. (Amriyono Prakoso)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved