Home »

News

» Jakarta

Polisi Ganteng 'AKBP Calvijn' Harus Lebih Agresif Buru Bandar Narkoba, Bukan Pemakai

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mesti lebih agresif memburu bandar Narkoba ketimbang pemakai.

Polisi Ganteng 'AKBP Calvijn' Harus Lebih Agresif Buru Bandar Narkoba, Bukan Pemakai
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
AKBP Jean Calvijn (memegang mikrofon) dalam press rilis penangkapan Dhawiya di Polda Metro Jaya. 

Polisi ganteng, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mesti lebih agresif memburu bandar Narkoba ketimbang pemakai.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane, menilai demikian setelah serangkaian kehebohan yang dibuat Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Calvijn membuat heboh setelah menangkap sederet artis dengan barang bukti kelas pemakai. Disitu pula warganet menyebutnya sebagai polisi ganteng. 

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya saat merilis penangkapan artis Roro Fitria yang berlangsung di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018). Roro dihadirkan bersama pria berinisial WH berikut barang bukti sabu.
AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat saat merilis penangkapan artis Roro Fitria yang berlangsung di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018). Roro dihadirkan bersama pria berinisial WH berikut barang bukti sabu. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Jennifer Dunn diringkus Calvijn dan timnya dengan barang bukti 0,6 gram sabu.

Lalu artis Roro Fitria diringkus Calvijn dan timnya dengan barang bukti 2 gram sabu.

Selanjutnya Dhawiya (anak Elvy Sukaesih), diringkus bersama ipar dan kakaknya dengan barang bukti 1,32 gram sabu dan sederet alat hisap serta timbangan.

Tapi dari sederet penangkapan artis, tak satupun berkembang sampai ke bandar besarnya.

Terakhir, Calvijn dan timnya kembali meringkus seorang pengusaha dengan barang bukti kelas pemakai.

Artis Jennifer Dunn dihadirkan saat dilakukan rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018). Kelihatan ia menundukan wajah tapi mulutnya tampak bersiul sendirian.
AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat merilis kasus Narkoba artis Jennifer Dunn di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018). Kelihatan ia menundukan wajah tapi mulutnya tampak bersiul sendirian. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Tapi, Calvijn dan timnya belum terdengar menangkap bandar besar atau kasus dengan barang bukti besar.

Terbesar hanya penangakapan ganja 250 kilogram. Itupun petugas Polantas yang meringkus, baru diserahkan ke Ditnarkoba Polda Metro Jaya.

Neta mengatakan, pada dasarnya polisi diberi wewenang oleh hukum untuk menangkap siapa saja yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Tapi apabila yang diringkus pemakai, kata Neta, polisi harus mampu memburu dan menangkap bandarnya.

"Itu agar tidak muncul kecurigaan kenapa yang ditangkap cuma pemakai. Kenapa para bandar tidak tersentuh dan seolah ada pembiaran," ujar Neta.

Makanya, kata Neta, Kapolda Metro Jaya mesti mendorong perwira menengah seperti Calvijn agar lebih agresif memburu bandar Narkoba ketimbang pemakai.

"Hal itu agar tidak ada kesan negatif bahwa polisi cenderung bermain di wilayah pemakai dan cenderung membiarkan para bandar," tegas Neta.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help