Petugas SPBU yang Ditampar Perempuan di Bekasi Akhirnya Melapor ke Polisi

Iqbal Maulana (19) melaporkan aksi kekerasan yang diterimanya itu ke Mapolsek Tarumajaya pada Senin (9/4/2018) malam.

Petugas SPBU yang Ditampar Perempuan di Bekasi Akhirnya Melapor ke Polisi
viva.co.id
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, BEKASI - Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ditampar seorang perempuan di Kawasan Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, akhirnya melapor ke polisi.

Iqbal Maulana (19) melaporkan aksi kekerasan yang diterimanya itu ke Mapolsek Tarumajaya pada Senin (9/4/2018) malam.

Iqbal mengatakan, laporan yang dibuatnya itu bernomor STPL/07-Tj/K/IV/2018/Restro Bekasi. Dia melaporkan perempuan berumur sekitar 40 tahunan itu dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan yang tidak menyenangkan.

"Langkah ini diambil untuk memberi efek jera ke pelaku, karena kami sudah menunggu iktikad baik, namun dia tidak datang ke SPBU untuk meminta maaf," kata Iqbal, Selasa (10/4/2018).

Iqbal ditampar oleh seorang perempuan saat sedang melayani konsumen di tempat kerjanya pada Selasa (3/4/2018) petang lalu. Perempuan yang belum diketahui identitasnya ini kesal karena Iqbal enggan mengisi bahan bakar jenis Pertamax di kendaraannya.

Alasannya, perempuan berambut panjang ini masuk ke jalur khusus pengisian bahan bakar untuk mobil. Sedangkan pengendara motor lain sudah mengantre panjang untuk dilayani Iqbal. Oleh rekan Iqbal, perempuan itu akhirnya dilayani dengan membeli Pertamax seharga Rp 10 ribu.

Baca: Ini Nasihat Permadi untuk Setya Novanto

Sekitar 30 menit kemudian, perempuan itu datang kembali bersama seorang pemuda. Dia menuntut Iqbal menyampaikan permohonan maafnya, namun korban tidak menanggapi dan membalas menggunakan senyuman.

Sikap Iqbal rupanya membuat pelaku semakin jengkel hingga mengancam bakal menampar wajahnya. Iqbal menimpali ucapan ibu tersebut. "Kalau mau tampar, tampar saja bu," kata Iqbal.

Seketika, perempuan itu menampar Iqbal sebanyak empat kali sampai pipi kirinya memerah. Petugas keamanan yang melihat kejadian itu, langsung melerai keduanya. Aksi perempuan itu terekam kamera pengawas (CCTV) hingga akhirnya diviralkan oleh Manajer Operasional SPBU Arif Sunandar.

Baca: Didesak Mundur, Ketua MK: Saya Tidak Mau Gaduh

"Sengaja diviralkan karena pelaku tidak meminta maaf," cetusnya.

Kepala Kepolisian Sektor Tarumajaya AKP Agus Rohmat mengaku sudah mendapat laporan korban ihwal kasus penamparan tersebut. Menurut dia, penyidik reskrim masih menelusuri keberadaan pelaku.

"Informasi awal, rumah pelaku di daerah Medansatria, Kota Bekasi. Kita akan cari keberadaannya," ucap Agus. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help