Pemprov Adaptasi Fitur Telkom untuk Jakarta Smart City

Teknologi Smart City Nusantara yang diusung oleh Telkom bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menunjang teknologi di Jakarta.

Pemprov Adaptasi Fitur Telkom untuk Jakarta Smart City
Wartakotalive.com/Yosia Margaretta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengunjungi kantor Telkom, Selasa (10/4/2018). 

Teknologi Smart City Nusantara yang diusung oleh Telkom bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menunjang teknologi di Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengungkapkan bahwa saat ini Jakarta Smart City yang dimiliki Pemprov sudah banyak mengadopsi teknologi dari Telkom.

"Fitur-fiturnya sebagian besar sudah diterapkan di Jakarta Smart City lantai 3 (Balai Kota), alhamdulillah sudah di integrasikan karena ini memang Smart Energy bagaimana kita mengintegrasikan penggunaan energy dan mengefisiensikan penggunaan energy kita kedepan," tutur Sandiaga di kantor Telkom, Selasa (10/4/2018).

Baca: Kios di Samping SDN 01 Serpong Kebakaran, Siswa Panik

Baca: Banyak Pengendara Tak Tahu Uji Coba Underpass Matraman Jakarta Timur

Selain itu Sandi mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan jumlah CCTV di Jakarta dari 6.000 menjadi 10x lipat atau 60.000.

Dalam CCTV tersebut Pemprov juga akan menyelipkan teknologi face recognition dimana dalam teknologi tersebut dapat mengindentifikasi wajah yang ada dalam CCTV tersebut beserta data kependudukannya.

"Teknologi face recognition itu bisa untuk memprediksi dan mempreskripsi kebijakan apa untuk memastikan tingkat keamanan di masyarakat meningkat," ujar Sandi.

Teknologi smart health yang sudah diikuti 118 puskesmas ini diharapkan Sandi dapat diikuti 300 puskesmas lagi untuk memudahkan identifikasi penyakit tertinggi di Jakarta.

"Smart health, tadi puskesmas sudah 118 yang terhubung. Kalau misal lebih dari 300 puskesmas terhubung kita bisa melihat jenis penyakit apa saja," tutur Sandiaga.

"Tadi kita lihat jenis penyakit paling tinggi adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan). Berarti masalah itu ada di tingkat udara, tingkat kelayakan udara kita berarti ini harus koordinasi dengan Dishub dan lingkungan hidup bagaimana udara di DKI ini diperbaiki," sambungnya. 

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help