Dua Tahun Konsumsi Narkoba dan Ekstasi, Pengusaha Kertas Mengaku Dekat dengan Polisi

Sesumbar dekat dengan polisi, seorang pengusaha kertas bernama Gunarko Papan merasa bebas mengonsumsi sabu.

Dua Tahun Konsumsi Narkoba dan Ekstasi, Pengusaha Kertas Mengaku Dekat dengan Polisi
WARTA KOTA/MOHAMAD YUSUF
Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang pengusaha kertas bernama Gunarko Papan karena mengonsumsi sabu. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Sesumbar dekat dengan polisi, seorang pengusaha kertas bernama Gunarko Papan merasa bebas mengonsumsi sabu.

Namun, aparat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) menangkap Gunarko di kamar sebuah hotel di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (7/4/2018).

“Tersangka mengatakan bahwa 'saya tidak akan ditangkap walaupun saya menggunakan narkoba, karena saya dekat dengan teman polisi, saya enggak mungkin ditangkap. Karena, saya dekat dengan polisi',” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2018).

Baca: Kalah di Festival Danau Sunter, Sandiaga Uno Tantang Susi Pudjiastuti Lomba di Pulau Tidung

“Tapi kenyataannya apa? Kita lakukan penangkapan. Jadi omongan itu ternyata tidak terbukti kalau dia dekat, dan dia memang kenal beberapa anggota polisi. Kenyataannya dia ditangkap,” sambung Argo.

Gunarko mengaku mengonsumsi narkoba selama dua tahun terakhir. Gunarko ditangkap atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan ekstasi.

“Saat itu Unit V Subdit 1 mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis sabu di sebuah kamar di hotel di Sunter. Selanjutnya dilakukan pengecekan yang dipimpin Kanit V Kompol Rosana Albertina Labobar,” jelas Argo.

Baca: Istri Nilai Andika Kangen Band Perlakukan Tiga Buah Hatinya Seperti Anak Ayam

Kemudian, lanjutnya, polisi menangkap Gunarko. Saat menggeledah, polisi menemukan beberapa barang bukti narkoba.

“Di dalam tas berwarna biru ditemukan narkotika jenis sabu dengan berat 0.24 gram, dan satu butir ekstasi berwarna merah berat 0.40 gram,” tuturnya.

Kemudian, di saku celana sebelah kiri ditemukan narkotika jenis sabu dengan berat 4.60 gram, alat isap sabu, korek, dan ponsel.

Baca: Jika Sampai Juli Andika Kangen Band Tak Hadiri Sidang, Ia Tetap Jadi Suami Wanita Ini

Dari keterangan Gunarko, narkotika tersebut dibeli dari JJ di Bantargebang, Bekasi. Kasubdit I Ditresnarkoba PMJ AKBP Jean Calvijn mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan kasus tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan ke Polda Metro. Kami masih lakukan pengembangan kasus tersebut,” bebernya. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved