Demonstrasi Mahasiswa Tolak Penghapusan Premium dan Kenaikan Harga Pertalite

kelangkaan bahan bakar minyak jenis Premium dan kenaikan harga Pertalite.

Demonstrasi Mahasiswa Tolak Penghapusan Premium dan Kenaikan Harga Pertalite
Tribun Solo
Ilustrasi. Aksi demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama sejumlah elemen masyarakat kembali menggeruduk sejumlah kantor Kementerian serta istana negara untuk memrotes kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium dan kenaikan harga pertalite, Selasa (10/4/2018).

Mahasiswa menganggap hal tersebut sebagai tindakan menyengsarakan rakyat.

Mohamad Wildan Habibi, Koordinator Wilayah BEM se-Jabodetabek dan Banten,  Aliansi BEM Seluruh Indonesia mewakili para mahasiswa menyatakan, demonstran menyampaikan dua tuntutan utama dalam aksi itu.

"Pertama, menolak dengan tegas kenaikan BBM yang menyengsarakan rakyat miskin.

Selanjutnya, menuntut pemerintah untuk menjamin ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat," kata Wildan Habibi melalui pesan tertulis kepada Warta Kota, Selasa.

Demonstran mengawali aksi dengan longmarch dari gedung IRTI menuju gedung kementrian BUMN, kemudian gedung kementrian ESDM, dan terakhirmenuju ke depan istana.

"Gedung kementrian BUMN dan ESDM pun sempat kami segel hari ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap kenaikan harga BBM," kata Wildan.

Zaadit Taqwa, Ketua BEM UI dalam orasinya menuntut pemerintah untuk lebih peka terhadap rakyatnya.

"Selama segala bentuk ketidakadilan pada rakyat tetap ada, maka di situ pula gerakan mahasiswa tetap ada. Demi rakyat, bangsa, dan negara," kata dia.

PT Pertamina sebelumnya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis pertalite sebesar Rp. 150-200 per liter. 

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help