Alasan Unik Kepsek Sampai Beri Sarapan Gratis Saat UNBK

Seorang Kepsek di Jakarta Utara memilih memberi siswanya sarapan gratis karena hal unik.

Alasan Unik Kepsek Sampai Beri Sarapan Gratis Saat UNBK
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Sarapan gratis di SMAN 41 Jakarta bagi peserta UNBK 

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 41, Emanuel Hari Wahyana, memberi sarapan gratis bagi peserta sepanjang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), 9 - 12 April 2018.

Sarapan gratis yang diberikan berupa roti dan susu.

Emanuel mengatakan hal itu dilakukan karena banyak siswa tidak sarapan pagi saat mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kemarin.

“Ketika itu ada siswa yang pingsan saat kelas motivasi sebelum ujian. Setelah ditanya ternyata karena belum sarapan. Setelah itu saya tanya seluruh siswa siapa yang belum sarapan, ternyata ada 60 persen yang tidak sarapan,” ucapnya, Selasa (10/4/2018).

Ilustrasi sarapan. (Kompas.com/Shutterstock)
Ilustrasi sarapan. (Kompas.com/Shutterstock) ()

Baca: 40 Laptop Digondol Maling, Siswa MTs Al Falah Terancam Gagal Ikut UNBK

Baca: Minggu Depan UNBK, Puluhan Laptop MTs di Penjaringan Digondol Maling

Emanuel pun langsung mengumpulkan orangtua murid untuk mencari solusi masalah tersebut.

Hasilnya disepakati orangtua murid yang tergolong mampu mengumpulkan uang untuk menyiapkan sarapan bagi seluruh siswa.

“Tujuan dari penyiapan sarapan agar siswa lebih tenang saat ngerjain soal UNBK. Kan perut sudah tidak kosong lagi seperti saat USBN dimana banyak anak-anak yang tidak sarapan,” sambungnya.

Menurut Emanuel, pemberian sarapan itu hanya akan diberikan selama pelaksanaan UNBK berlangsung. Mereka yang mendapat sarapan senilai Rp 7 ribu per orang adalah siswa yang mengikuti sesi pertama UNBK.

“Tapi kan pada gilirannya semua kebagian dapat sarapan pagi karena ganti-gantian masuk sesi pertama pukul 07.30-9.30 WIB. Memang ini hanya selama UNBK berlangsung tapi nggak menutup kemungkinan akan digelar rutin,” ungkapnya.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara Wilayah I Budi Sulistiono menyambut baik pemberian sarapan gratis tersebut kepada 221 siswa SMA Negeri 41 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Surprise baru tahu ada program itu. Melihat kepentingan anak-anak hanya untuk ujian sesi satu jadi support aja. Ini program yang sangat baik dan perlu mendapat dukungan,” ungkapnya.

Hanya saja Budi menekankan prinsip yang paling penting adalah tidak ada pungutan memberatkan para orangtua murid. Sehingga mereka juga tidak merasa terbebani menjalani kebijakan tersebut. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved