Home »

Video

VIDEO: Jelang Ramadan, Polres Jakpus Musnahkan 2.109 Botol Miras Oplosan

"Kami ingin menciptakan kondisi yang kondusif menjelang bulan ramadhan. Sasaran kami meminimalisir gangguan kamtibmas.

WARTA KOTA, JAKARTA- Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat melakukan operasi cipta kondisi (cipkon) terkait peredaran miras oplosan dan minum keras tak berizin. Hasilnya, dari periode Januari hingga awal April, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 2.109 botol miras oplosan dan tak berizin dari berbagau merk.

"Kami ingin menciptakan kondisi yang kondusif menjelang bulan ramadhan. Sasaran kami meminimalisir gangguan kamtibmas. Sehingga kami punya tanggung jawab salah satunya dengan kegiatan pemusnahan," ujar Roma saat acara pemusnahan miras di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (9/4).

Hal tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa akibat banyak masyarakat yang menenggak miras oplosan.

"Seperti diketahui, sudah ada sekitar 31 korban jiwa akibat miras oplosan di pinggiran Jakarta seperti Depok, Tangerang dan Bekasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa di Jakarta Pusat," ujarnya.

Roma menambahkan miras oplosan siap edar tersebut dijual dengan kisaran harga antara Rp 60.000-100.000. Miras tersebut merupakan hasil tangkapan dari berbagai wilayah di Jakarta Pusat.

"Menekan peredaran miras menjadi penting karena seperti yang diketahui, tindakan kriminal seperti tawuran biasanya diawali seorang tersangka dengan cara meminum miras. Hampir semua tersangka yang diamankan mulutnya bau alkohol," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat yang turut hadir dalam acara pemusnahan miras menyatakan pihaknya selali menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian untuk meredam peredaran miras.

"Jadi sebenarnya kalau peredaran minuman beralkohol yang melebihi ketentuan dan tidak berizin, kami berkoordinasi dengan kepolisian bersama anggota Satpol PP. Peredarannya sendiri di Jakarta Pusat hampir semua wilayahnya merata," kata Mangara. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help