Kawasan Kota Tua Kurang Promosi

Sebagai destinasi wisata utama di Ibu Kota, kawasan Kota Tua masih kurang dipromosikan.

Kawasan Kota Tua Kurang Promosi
Sejumlah sepeda ontel warna-warni yang memang disediakan untuk pengunjung sewa, Kamis (15/2). (Gisesya Ranggawari) 

WARTA KOTA, TAMANSARI-Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Novriadi Setio Husodo mengatakan, Kota Tua masih menjadi unggulan destinasi wisata masyarakat di Kota Jakarta.

Namun, sayangnya sampai saat ini Kawasan Kota Tua, terpantau masih kurang dipromosikan.

"Kebanyakan pengunjung hanya tahunya Museum Fatahilah saja. Padahal, Kota Tua itu di dalamnya banyak destinasi lain, yakni Pelabuhan Sunda Kelapa, Penjarinhan, Jakarta Utara, Pecinan di Glodok Pancoran, dan wisata religi di Kecamatan Pekojan. Menurut saya sih, kurangn promosi dan sulit akses jalan, menuju lokasi. Hal ini, yang buat ketiga destinasi itu ya tidak diketahui oleh para pengujung," jelasnya, Minggu (8/4/2018).

Ditambah, jelas Novri, Kawasan Kota Tua serta ketiga destinasi wisata itu, belum tertata rapih. Kondisi ini, jelas Novri, membuat pihaknya pun bersikeras promosikan Kawasan Kota Tua itu di ajang Asian Games 2018.

"Ajang Asian Games, merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan destinasi lainnya yang ada di Kawasan Kota. Jika, tiga destinasi itu bisa dikenal banyak orang, maka jumlahnya pengunjung akan bertambah pula. Pengunjung juga makin banyak pilihan berwisatanya untuk habiskan waktu baik bersama keluarga, teman atau sanak saudara," paparnya.

Ia melanjutkan,"Misalnya warga etnis Tiongkok dapat mengenal kebudayaannya pada Pecinan di Glodok Pancoran. Lalu pengunjung pun bisa mendalami ilmu agamanya, dengan sambangi wisata religi di Pekojan, dan untuk warga yang ingin menikmati keindahan dan makanan laut, bisa datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa," ucap Novri kembali.

Konsep penataan

Ditambahkan Novri konsep penataan terhadap ketiga destinasi ini telah tersusun rapih. Dalam penataan Kawasan Kota Tua, lanjut Novri, juga melibatkan banyak instansi.

"Diantarnya, Dinas Perhubungan, UMKM, Bina Marga, Perindustri Energi, serta pariwisata dan kebudayaan. Beberapa Instansi ini mempunyai tugas yang berbeda. Dinas Perhubungan misal berperan untuk melakukan rekayasa lalu-lintas, dan menyediakan bus pariwisata. Jadi dengan rekayasa lalu-lintas itu, rute perjalanannya dari destinasi ke destinasi lainnya dalam alur yang tepat. Lalu, Bina Marga bertugas turut lakukan perbaikan infratruktur. Mulai dari jalan, trotoar dan bangunan," terangnya.

Untuk UMKM, lanjut Novri, masalah pedagang kaki lima (PKL) turut ditata. Perindustrian dan Energi (PE), ujarnya, terkait lampu penerangan.

"Instansi pariwisata bertugas sebagai promosi destinasinya. Konsep tersebut, telah diberikan kepada pihak Pemprov DKI Jakarta. Jika tidak ada hambatan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, penataan destinasi wisata Kawasan Kota Tua pun bisa rampung," jelasnya kembali.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help