Ini yang Membuat Profesi Penjualan Langsung Didominasi Wanita

Lebih dari 90 juta orang di seluruh dunia terlibat dalam industri penjualan langsung dan sekitar 80 persen adalah kaum perempuan.

Ini yang Membuat Profesi Penjualan Langsung Didominasi Wanita
otomania
Para SPG calon Miss Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 

WARTA KOTA, PALMERAH-Sebuah laporan World Federation of Direct Selling Association (WFDSA), lebih dari 90 juta orang di seluruh dunia terlibat dalam industri ini dimana sekitar  80 persen  adalah perempuan.

“Mengapa direct selling menjadi daya tarik utama bagi banyak wanita? Lebih dari 65 juta wanita di seluruh dunia menemukan penjualan langsung sebagai jawaban untuk mendapatkan kendali atas waktu mereka sendiri, seringkali saat bekerja dalam karir penuh atau paruh waktu lainnya dan saat menjadi istri dan ibu – manajer rumah tangga,” tegas Trevor Kuna, CEO Qnet, salah satu perusahaan direct selling global kepada Warta Kota, Minggu (8/4/2018).

Trevor mengatakan,  di banyak negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia, meski ada kemajuan besar, norma budaya dan kekuatan struktural cenderung mengarahkan banyak wanita menjauh dari pekerjaan penuh waktu dalam ekonomi formal.

Tanpa investasi awal dalam hal infrastruktur atau tenaga kerja, dan jam kerja yang fleksibel, direct selling membuat kewiraswastaan lebih atraktif terutama bagi wanita yang ingin menjadi pengusaha paruh waktu.

Perusahaan direct selling telah membantu memberdayakan perempuan selama lebih dari 100 tahun. Bank Dunia mendefinisikan ‘pemberdayaan’ sebagai proses peningkatan kapasitas individu atau kelompok untuk membuat pilihan dan mengubah pilihan tersebut menjadi tindakan dan hasil yang diinginkan.

“Sebagian dari ciri-ciri pemberdayaan yang umum selaras dengan apa yang mungkin dilakukan wanita melalui bisnis penjualan langsung dan itu terjadi di  Qnet," ujarnya.

Elaine Aisyah, Manager PR Qnet mengungkapkan, profesi sebagai penggiat bisnis direct selling  adalah dunia semua orang tanpa memandang pria atau perempuan.

Tapi pada kenyataannya, memang perempuan yang mendominasi bisnis direct selling, begitupun di Qnet.

Menurutnya, ada banyak alasan orang terlibat dengan direct selling, diantaranya kemampuan untuk bekerja dari rumah, fleksibilitas, penghasilan tambahan, kesempatan untuk membangun karir sesuai persyaratan sendiri. Bagi kaum perempuan, kemampuan untuk membuat pilihan adalah bentuk pemberdayaan.

"Bagi begitu banyak wanita yang terlibat dalam penjualan langsung, semangat pemberdayaan tidak terjadi dalam semalam," kata Aisyah.

Hal ini mirip dengan sebuah perjalanan, saat seorang wanita berpindah dari pelanggan produk untuk mempromosikannya, untuk mendapatkan komisi, dan akhirnya menjadi pemilik bisnis dan pemimpin, dengan membangun sebuah tim.

Ini adalah proses transformatif yang dapat memberdayakan perempuan dalam banyak hal dan memungkinkan mereka menjadi agen perubahan.

Qnet merupakan perusahaan penjualan langsung yang menyediakan rangkaian produk kecantikan dan kesehatan yang ditawarkan melalui e-commerce platform milik perusahaan kepada konsumen dan distributor di lebih dari 100 negara.

Perusahaan yang didirikan di Hongkong ini  memiki lebih dari 25 kantor perwakilan dan agen di seluruh dunia, dan lebih dari 50 stockist, selain dari aktivitas bisnis lokal atau waralaba di beberapa negara.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved