Kasus Narkoba

Tempat Hiburan Jakarta Utara-Jakarta Barat Jadi Target Pengawasan Peredaran Narkoba

Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan, pemprov meningkatkan pengawasan tempat-tempat hiburan di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Tempat Hiburan Jakarta Utara-Jakarta Barat Jadi Target Pengawasan Peredaran Narkoba
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Arsip. Aparat Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara saat menggelar operasi razia narkoba di sejumlah tempat hiburan malam, Kamis (4/5/2017) malam. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan pemerintah provinsi meningkatkan pengawasan tempat-tempat hiburan di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, yang menurut Badan Narkotika Nasional punya banyak tempat hiburan yang menjadi ajang peredaran narkoba.

"Jakbar dan Jakut menjadi tempat yang harus kita taruh di bawah 'mikroskop', bahwa semua tempat itu, sempat ada pernyataan Pak Buwas, hampir mayoritas dari tempat hiburan itu ada penetrasi daripada narkoba," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan negara tidak boleh kalah dalam perang melawan penyalahgunaan narkoba, yang membawa petaka bagi generasi bangsa.

"Mestinya PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) bekerja sama juga dan tentunya aparat kepolisian, baik dari BNN maupun Bareskrim, semua turut dalam upaya yang terkoordinasi, integratif, komprehensif, untuk memastikan narkoba ini tidak semakin menjalar," katanya.

Dia juga menyatakan dukungan pemerintah provinsi terhadap upaya BNN menyelidiki tempat-tempat hiburan yang ditengarai menjadi lokasi transaksi dan tempat peredaran narkoba.

"Saya mendukung sekali ini, sudah bisnis besar dan seperti (yang) ada di film-film (yang) dipertontonkan di luar negeri seperti Narcos el Chapo," katanya.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari sebelumnya mengatakan BNN mensinyalir banyak tempat hiburan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang menjadi tempat perdagangan narkoba.

BNN, ia menjelaskan, akan menyelidiki pengendali, pengatur dan orang-orang yang terlibat dalam peredaran narkoba di tempat-tempat hiburan Jakarta.

"Jadi kita bisa akan temukan siapa pengendalinya siapa yang mengatur siapa yang main, bukan hanya pelayan dan pesuruh tingkat bawah, tapi memeriksa manajemen," kata Arman.

BNN sebelumnya mengungkapkan bahwa menurut hasil investigasi ada 36 tempat hiburan di DKI Jakarta yang menjadi tempat peredaran narkotika. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved