BPN Seharusnya Bebas Mafia Tanah dengan Mewujudkan Nawacita

Kalangan pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dinilai patut dilaksanakan revolusi mental.

BPN Seharusnya Bebas Mafia Tanah dengan Mewujudkan Nawacita
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi kegiatan pengukuran tanah. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kalangan pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dinilai patut dilaksanakan revolusi mental

Sebab, kusutnya kasus legalitas tanah muaranya ke institusi tersebut.

"Kasus tanah yang sudah berkekuatan hukum tetap, selama belasan tahun terkatung-katung," ungkap kuasa hukum ahli waris RM Wahjoe A Setiadi di Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

Kasus No.523/Pdt-G/2001/PN.Jkt.Sel, yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), namun hingga kini, tidak dilaksanakan keputusannya.

“Kami sudah ke Kementerian Keuangan, sudah dijelaskan bahwa BPN selama ini tidak mengajukan usulan ganti rugi atas kasus No.523/Pdt-G/2001/PN.Jkt.Sel. Padahal sejak 2013 sudah inkrah putusannya," katanya.

Pihaknya, menurut Wahjoe, selama ini, tidak mendapat surat pemberitahuan terkait masalah tersebut dari BPN.

Baru pada Selasa lalu (3/4/2018), kata Wahjoe, pihaknya mendapatkan jawaban BPN yang dinilai konyol.

"Saya dipingpong kanan kiri. Jawaban BPN karena banyak yang mengaku-ngaku sebagai kuasa hukum ahli waris. Kalau kerja BPN benar, tinggal lihat website Mahkamah Agung, sudah jelas itu siapa kuasa hukumnya. Mudah mematahkan mereka," kata Wahjoe.

Lantaran itu, jelas dia, dirinya tidak ragu menyebut mafia tanah ada di BPN.

Apalagi, semua pegawai BPN dalam kasus otorita kuningan saat ini menjadi pejabat di BPN pusat di mana kasus no 523 terjadi.

Staf ahli menteri, saat ini, ada yang merupakan mantan Kakanwil BPN DKI Jakarta.

“Tersendat-sendatnya kasus ini mencederai Nawacitra Pak Jokowi tentang penegakkan hukum. Kasihan Pak Jokowi karena nila setitik rusak Nawacitra,” katanya.

Wahjoe berharap, Presiden Jokowi membenahi BPN dan mengawasi serta memerintahkan agar pelaksanaan kasus ini dilaksanakan sungguh-sungguh.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved