Pelaku Penyelundupan Narkoba Jalur Tikus Entikong Mengaku Diperintah Seorang Napi

BNN bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan dua kasus penyelundupan narkotika dan sabu di Entikong, Kalimantan Barat.

Pelaku Penyelundupan Narkoba Jalur Tikus Entikong Mengaku Diperintah Seorang Napi
Deputi Pemberantas Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari, saat bertanya kepada penyelundup narkoba jalur tikus Entikong di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (6/4/18). (Foto: Muhamad Azzam) 

WARTA KOTA, CAWANG -- Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan dua kasus penyelundupan narkotika dan sabu di Entikong, Kalimantan Barat.

Empat pelaku berhasil diringkus, sebanyak 28,2 kilogram sabu dan 21.727 butir ekstasi berhasil diamankan.

Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka diperintahkan seorang Narapidana di Lapas Bengkayang dan Lapas Pontianak.

Barang bukti sabu dan ekstasi dihadirkan dalam rilis Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan dua kasus penyelundupan narkotika dan sabu di Entikong, Kalimantan Barat, Jumat (6/4). (Foto: Muhamad Azzam)
Barang bukti sabu dan ekstasi dihadirkan dalam rilis Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan dua kasus penyelundupan narkotika dan sabu di Entikong, Kalimantan Barat, Jumat (6/4). (Foto: Muhamad Azzam) ()

"Iya berdasarkan pengakuan pelaku penyelundupan atas perintah dari Napi. Dua orang itu memang pengendalinya dan statusnya adalah napi. Satu atas nama Apey itu di LP Bengkayang, yang kedua napi juga atas nama Kama itu di Lapas Pontianak," tutur Deputi Pemberantas Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari, di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (6/4/18).

Arman mengatakan pihaknya langsung bergerak untuk menjemput kedua napi tersebut, untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

"Nah hari ini tim kita sudah berangkat untuk menjemput karena mereka ini memang adalah pengendalinya. Kedua napi itu sudah cukup lama mendekam dipenjara, dan mereka sudah empat kali mengendalikan penyelundupan," ujarnya.

Untuk dugaan keterlibatan petugas Lapas, Arman mengatakan akan mendalaminya namun, pihaknya fokus pemeriksaan pada kedua napi itu.

"Nah untuk petugas lapas tergantung pemeriksaannya karena yang menjadi prioritas da orang yang berstatus narapidana, kita lakukan pemeriksaan dan dalami semuanya. Kalo nanti kait mengait dengan yang lain percayalah pasti akan kita lakukan tindakan dan akan kita sidik sama dengan yang lain, akan kita tindak tegas," kata Arman.

Arman menambah penjagaan disetiap pintu perbatasan sangat dijaga ketat. Baik itu dari BNN, Bea Cukai, Imigrasi, kepolisian, dan TNI.

"Mereka itu bukan lewat lintas batas yang resmi. Itu ilegal biasanya adalah jalur2-jalur tikus jadi disitu tidak ada pos keamanan. Kalo lintas batas resmi pasti ada petugas penjaga perbatasan seperti dari Polri, TNI, Bea Cukai, dan imigrasi. Karena ini namanya jalur tikus, yang ada cuma tikus, jadi nggak dapet," paparnya.

Untuk itu lanjut Arman, dikarenakan Jalur Tikus Entikong Kalimantan Barat, Indonesia-Malaysia menjadi lokasi favorit untuk menyelundupkan narkotika maka diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengatasinya," paparnya. (Muhamad Azzam)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved