VIDEO: Penuturan Para Warga Angke yang Dipungli untuk Bantuan Pangan Non Tunai

"Kemarin (Maret) Rp 5.000, pertengahan (Februari) Rp 7.000, yang awal (Januari) Rp 8.000," terang Masriah kepada Warta Kota, Kamis (5/4/2018).

WARTA KOTA, JAKARTA- Warga Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, mengakui adanya pungutan untuk mendapatkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sejak tiga bulan terakhir. Menurut warga, uang pungutan tersebut dianggap sebagai sumbangan PMI dan Infaq.

Masriah, warga RT 01 RW 08, Kelurahan Angke, mengatakan dirinya mendapatkan bantuan berupa telur 10 butir dan beras 7 kilogram. Besarnya uang yang dibayarkan Masriah berbeda-beda dalam tiga bulan terakhir.

"Kemarin (Maret) Rp 5.000, pertengahan (Februari) Rp 7.000, yang awal (Januari) Rp 8 ribu," terang Masriah kepada Warta Kota, Kamis (5/4/2018).

Nining Suherni, warga RT 01 RW 08, mewakili orang tuanya yang sudah sakit-sakitan juga mendapatkan bantuan berupa 7 kilogram beras dan 10 butir telur. Uang yang dibayarkan Nining setiap mengambil bantuan tersebut, jumlahnya selalu berbeda-beda sejak Januari hingga Maret 2018. Ia bingung, jumlah yang harus dibayarkannya berbeda dengan warga lainnya.

"Pertama (Januari) Rp 2.000, terus ke dua (Februari) kita disuruh bayar Rp 5.000, naik lagi (Maret) Rp 7.000," jelasnya.

Siti Zubaidah yang juga warga RT 01 RW 08, mengungkapkan bahwa dirinya membayar Rp 7.000 pada bulan Maret 2018.

"Rp 7.000, pokoknya kata dia buat infaq gitu," tuturnya.

Risyanti, Untopah, Dede dan Asmanah, warga RT 01 RW 10, juga harus membayar sejumlah uang ketika mengambil BPNT.

"Kemarin (Maret) Rp 5.000. Katanya buat PMI ngomongnya," kata Risyanti.

"Dimintain tempo hari (Januari) Rp 10.000, terus (Februari) Rp 8.000, kemarin (Maret) Rp 5.000, katanya buat infaq," ujar Untopah.

Halaman
1234
Penulis: Hamdi Putra
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved