Premium Menghilang di SPBU Pertamina Cuek Meski Jonan Berulang Kali Menegur Pertamina

Setelah kenaikan harga BBM berkali-kali terjadi, pemerintah membiarkan BBM jenis premium menghilang bahkan pompa-pompanya di SPBU duluan lenyap.

Premium Menghilang di SPBU Pertamina Cuek Meski Jonan Berulang Kali Menegur Pertamina
Tribun Solo
Aksi demonstrasi mahasiswa UNS Solo menolak kenaikan harga BBM di depan Balai Kota Solo, Senin (2/4/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Setelah kenaikan harga BBM berkali-kali terjadi, pemerintah main drama dan membiarkan BBM jenis premium menghilang bahkan pompa-pompanya di SPBU duluan lenyap.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan tak membantah adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium selama beberapa waktu terakhir.

Jonan mengaku, sudah berkali-kali memberikan teguran keras kepada PT Pertamina Persero terkait kelangkaan ini.

"Nah, betul (ada kelangkaan), kita sudah tegur Pertamina, bahwa Pertamina harus tetap menyalurkan premium," kata Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Jonan menekankan, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014, Pertamina mendapat penugasan untuk menyalurkan 7,5 juta kiloliter premium per tahun.

"Jadi ini harus dilakukan. Kita sudah negur Pertamina kok. Sudah ditegur keras sekali, berkali-kali," kata dia.

Karena BBM jenis premium bersubsidi yang langka, lanjut Jonan, masyarakat terpaksa beralih ke jenis Pertalite yang berada setingkat di atasnya.

Masalahnya, Pertamina baru saja menaikkan harga pertalite Rp 200 per liter setelah sebelumnya dinaikkan jadi Rp 7.600, sehingga membuat beban masyarakat makin bertambah.

Beban sangat berat dirasakan masyarakat yang berusaha di sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek, dan sebagainya.

Jonan menilai, Pertamina secara tidak langsung memaksa masyarakat beralih ke Pertalite yang tak disubsidi pemerintah.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help