Kepala Dinas 'Dibully' Anggota DPRD DKI, Caranya Bikin Ngakak

Kepala Dinas Kehutanan, Djafar Muchlisin, dibully ramai-ramai oleh anggota DPRD DKI saat rapat pembahasan RPJMD di gedung DPRD DKI Jakarta,

Kepala Dinas 'Dibully' Anggota DPRD DKI, Caranya Bikin Ngakak
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Djafar Muchlisin yang dibully anggota dewan. 

Kepala Dinas Kehutanan, Djafar Muchlisin, dibully ramai-ramai oleh anggota DPRD DKI saat rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Ketika itu anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan, mempertanyakan perbedaan konsep Taman Maju Bersama yang disebut Anies-Sandi dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak ( RPTRA) yang dibangun pemerintahan sebelumnya.

Pertanyaan itu dilontarkan kepada Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Djafar Muchlisin.

"Pak Agustino (Kepala Dinas Perumahan DKI) sudah menjelaskan bahwa (pengelolaan RPTRA) sudah diganti Dinas Kehutanan. Coba apa bedanya, Pak?" ujar Manuara di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Djafar menjawab, RPTRA diperuntukkan untuk anak-anak, sedangkan Taman Maju Bersama bisa dipakai semua kalangan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar peringatan Hari Gizi Nasional ke-58 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kampung Benda, Jalan Cempaka Putih Tengah XV, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar peringatan Hari Gizi Nasional ke-58 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kampung Benda, Jalan Cempaka Putih Tengah XV, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018). (WARTA KOTA/RANGGA BASKORO)

Baca: Dinas Kehutanan DKI Pasang 191 Lampu di TPU Tegal Alur

Djafar mengatakan, Taman Maju Bersama tidak hanya dibatasi untuk anak-anak saja. Mendengar jawaban Djafar, Manuara malah bingung.

"Faktanya RPTRA bukan hanya untuk anak-anak, Pak, ibunya juga ikut," ujar Manuara.

Djafar melanjutkan penjelasannya. Dia mengatakan, Taman Maju Bersama bisa dijadikan tempat kegiatan belajar mengajar.

Mendengar itu, Manuara lagi-lagi bingung. "RPTRA sekarang juga ada perpustakaannya, bisa belajar juga, apa bedanya?" kata Manuara.

Halaman
12
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved