Ditanya Kelangkaan Premium, Dirut Pertamina Malah Tanya Balik

Elia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang intensif diskusi dengan pemerintah mengenai arah kebijakan ke depan.

Ditanya Kelangkaan Premium, Dirut Pertamina Malah Tanya Balik
Antara
Pedagang BBM mengisi bensin jenis premium ke kendaraan bermotor di pom bensin Pertamini dis ebuah kawasan di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/10). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq) 

WARTA KOTA, JAKARTA- Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik menampik kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang banyak beredar beberapa waktu ini. "Di mana datanya?" Kata Elia usai seminar nasional bertema Sistem Ekonomi Pancasila di Era Jokowi, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Kamis (5/4/2018). Menurut dia, Pertamina saat ini memang sedang mengurangi nozzle premiun.

Namun ia enggan berkomentar lebih panjang soal tersebut. Dari catatan, Pemerintah sendiri telah memberikan penetapan kuota BBM premium oleh Pertamina untuk di luar Jawa Madura Bali (Jamali) atau BBM penugasan pada tahun ini sebesar 7,5 kiloliter (KL). Angka tersebut memang berkurang dari kuota premium tahun lalu yang mencapai 12,5 juta KL.

Elia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang intensif diskusi dengan pemerintah mengenai arah kebijakan ke depan. Ia menegaskan bahwa PT Pertamina tidak akan bekerja di luar regulasi, melainkan mengikuti arahan pemerintah sepenuhnya. Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menyoroti adanya kelangkaan BBM jenis Premium di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir.

Tak hanya itu, BPH Migas juga menemukan adanya margin Pertalite yang lebih besar dari margin premium. Sehingga menyebabkan pengusaha SPBU lebih memilih menyalurkan Pertalite ketimbang premium. Namun ketika ditanya soal hal tersebut, Elia tidak menjawab. (Tane Hadiyantono)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Jawaban tegas Dirut Pertamina perihal kelangkaan premium

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved