1.000an Massa akan Turun Dukung Polri Penjarakan Sukmawati, Polisi Lakukan Pengamanan

Kurang lebih 1.000-an massa akan turun pada Aksi Belas Islam 6-4, Jumat (6/4/2018) siang.

1.000an Massa akan Turun Dukung Polri Penjarakan Sukmawati, Polisi Lakukan Pengamanan
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/4). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Kurang lebih 1.000-an massa akan turun pada Aksi Belas Islam 6-4, Jumat (6/4/2018) siang.

Aksi tersebut sebagai dukungan terhadap Polri untuk memenjarakan Sukmawati.

“Pemberitahuan sudah masuk. Estimasi massa 1000an. Kami akan lakukan pengamanan. Dari lokasi, kumpul, kita akan lakukan pengamanan,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).

Selain pengamanan pihaknya juga akan melakukan pengalihan arus lalu lintas. Dengan melihat jumlah massa yang akan turun besok.

“Kita juga pengalihan arus pun situasional apakah akan buka tutup, atau lainnya. Untuk jumlah personil kami yang akan diturunkan masih dalam penghitungan,” katanya.

Seperti diketahui, seruan aksi tersebut telah tersebar di beberapa media sosial (medsos).

Tertulis, ‘Panggilan Jihad Datang Kembali.’ #AksiBelaIslam6-4 di Depan Bareskrim Mabes Polri Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat.’

‘Ayo Dukung Polri, Tangkap, Adili, dan Penjarakan Soekmawati, Penista Agama.’

Massa aksi tersebut akan berkumpul di Masjid Istiqlal, untuk salat Jumat. Usai salat Jumat massa akan turun ke depan Bareskrim Polri.

Aksi tersebut diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarno Putri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia. Yaitu dalam acara memperingati 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018, dJakarta Convention Centre, Rabu (28/4/2018).

Namun kata-kata puisi tersebut dianggap netizen sebagai penghinaan agama Islam. Video pembacaan puisi itu pun kini viral.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help