Uang Palsu

Uang Palsu di Kota Bogor Senilai Rp 6 Miliar, dari Hasil Uji Lab Ada Tulisan Om Telolet Om

Bedanya ada tulisan "telolet om telolet" di kertasnya, jadi kalau kasat mata memang ketutup sama pengikat uangnya,

Uang Palsu di Kota Bogor Senilai Rp 6 Miliar, dari Hasil Uji Lab Ada Tulisan Om Telolet Om
Tribun Bogor
Tiga pengedar uang palsu diamankan Satreskrim Polresta Bogor Kota beserta barang bukti lembaran uang palsu, Selasa (27/3/2018) 

WARTA KOTA, BOGOR - Uang palsu sebanyak kurang lebih Rp 6 miliar yang diamankan oleh Polresta Bogor Kota beberapa waktu lalu telah melalui uji laboratorium terkait keaslian barang bukti tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Didik Purwanto ketika ditemui di Gedung Balaikota Bogor, Rabu (4/4/2018).

"Untuk kasus upal (uang palsu), jadi saat ini kami dari pihak penyidik sementara sudah melaksanakan pengecekan terhadap upal itu ke lab ya," ujar Kompol Didik.

Hasil dari uji laboratorium yang dilakukan pada uang palsu itu menurutnya diperlukan sebagai validasi dari barang bukti.

"Dalam artian untuk upalnya sendiri walaupun kita tahu itu palsu, tapi kita harus lakukan, karena untuk pembuktian ke depannya itu harus terpenuhi," ungkap Kompol Didik.

Selain melakukan uji laboratorium, Kompol Didik menyatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia terkait penyebaran uang palsu.

"Untuk melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap pelaku-pelaku yang terindikasi mungkin ditemukan di beberapa tempat lain juga penyebarannya yang dimungkinkan sudah menyebar," kata Kompol Didik.

Dari pemaparan Kompol Didik, hingga saat ini Satreskrim Polresta Bogor Kota masih melakukan pencarian terhadap oknum-oknum terkait.

"Kita masih mencari dan mengejar komplotan lainnya, dari hasil pemeriksaan tersangka R dan S yang kita tangkap," pungkasnya.

Menurut Kompol Didik, tersangka R dan S diduga terlibat dalam kelompok yang membuat dan memberikan pasokan dana untuk memproduksi uang palsu.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help