WartaKota/

Indonesia Jadi Negara Tamu di Kuala Lumpur Internasional Book Fair

KLIBF yang digelar sejak 1981 hingga sekarang telah menjadi ajang pertemuan para pecinta buku dengan penerbit Malaysia dan mancanegara.

Indonesia Jadi Negara Tamu di Kuala Lumpur Internasional Book Fair
timeout.com
OXFORD University Press hadir menjadi salah satu peserta Kuala Lumpur International Book Fair 

WARTA KOTA, TANJUNG DUREN --- Indonesia menjadi Negara Tamu di Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) dan tahun depan, 2019, Indonesia akan menjadi fokus Market the London Book Fair.

Dalam KLlBF ke-37 tahun 2018 ini, Indonesia bersama Arab Saudi dan negeri Kedah terpilih sebagai negara tamu. Kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh lkatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan dukungan maksimal dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dengan mengangkat tema “Berbagi Literatur, Berkongsi Kultur”.

“lni sebagai salah satu Iangkah Bekraf yang serius mendukung perkembangan subsektor penerbitan Indonesia untuk mendunia. Tahun lalu kami aktif mendukung kehadiran Indonesia di Frankfurt Book Fair, Asian Festival of Children’s Content di Singapura, dan tahun ini Bekraf kembali mendukung kehadiran Indonesia sebagai negara tamu di KLlBF,” ujar Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Boni Pujianto saat konferensi pers, Rabu (4/4/2018).

la mengatakan dukungan Bekraf kali ini dengan memberikan sewa lahan dan kontruksi sebagai wadah yang wajib dipenuhi untuk memberikan akses bagi delegasi Indonesia agar tampil maksimal.

KLIBF yang telah diselenggarakan dari tahun 1981 hingga sekarang, telah menjadi ajang pertemuan para pecinta buku dengan penerbit-penerbit Malaysia dan mancanegara. Dari tahun 2013 hingga 2017, tercatat lebih dari 2.000.000 pecinta buku per tahun mengunjungi KLIBF.

KLIBF 2018 mengangkat tema “Lakaran Karya Merentas Peradaban Bangsa” direncanakan akan diselenggarakan di Putra World Trade Centre (PWTC) pada tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018. Ajang ini merupakan pameran buku terbesar di Malaysia, yang akan digelar di gedung 4 lantai terdiri dari 800 stan dengan menargetkan partisipasi 12 negara dan Iebih dari 2.000.000 pengunjung.

Ketua Panitia Indonesia sebagai Negara Tamu KLIBF 2018, Husni Syawie, mengatakan, melalui tema tersebut Indonesia ingin terus mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik dan terus bekerja sama di bidang kreativitas, seni, budaya dan ilmu pengetahuan bersama Malaysia serta negara-negara Asia Tenggara lainnya.

"Kehadiran Indonesia sebagai Negara Tamu di KLIBF ini juga menjadi apresiasi kita atas kehadiran Malaysia sebagai Guest of Honor di Indonesia International Book Fair (IIBF) tahun 2016 yang Ialu," ujar Syawie, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum lkapi Bidang Kerja Sama Luar Negeri.

Konten dan Aktivitas

Selain pameran buku, KLIBF kali ini juga memperbesar promosi untuk konten beserta aktivitas-aktivitas di dalamnya. Aktivitas yang akan diselenggarakan antara Iain storytelling, workshop ilustrator, perlombaan comic strip, diskusi buku, dan meet and greet penulis.

Indonesia juga akan tampil dengan konsep Business to Business (B2B) dan Business to Costumer (B2C). Menampilkan keragaman produk industri kreatif; buku, boardgames, merchandise, karakter, dan film. Jumlah buku yang ditampilkan Iebih dari 1000 judul dari 45 penerbit (antara lain Gramedia, Mizan, Rosda, Republika, Yayasan Obor Indonesia, Kesaint Blac, Salam Books, Penerbit Haru, Re-On, Tazkia Publishing, Maghfirah Pustaka, Bestari, Penebar Swadaya, Zikrul, Indie Book Corner, Tazkia).

Selain itu juga menghadirkan penulis dan kreator terbaik Indonesia, seperti Sapardi Djoko Damono, Faza, Syafii Antonio, Ahmad Fuadi, Habiburrahman El Shirazy, dan Princeyla Aughea. Dee Lestari dengan karya terbarunya, juga direncanakan akan hadir.

Dua penulis lndonesia, Andrea Hirata dan Asma Nadia, diundang oleh panitia Konferensi Penulis Malaysia yang kegiatannya diselenggarakan pada saat KLIBF berlangsung. Bersama KBRI di Malaysia, Indonesia juga akan mempromosikan dan melibatkan potensi-potensi iainnya, seperti pendidikan, Sekolah Indonesia, pariwasata, dan lainnya.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help