Emak-emak Geruduk Rumah Perempuan Bercadar di Pamulang, Ini Gara-garanya

Polisi kemudian melakukan mediasi terkait perkara ini. Mereka membuat kesepakatan antara Hesty dengan warga setempat.

Emak-emak Geruduk Rumah Perempuan Bercadar di Pamulang, Ini Gara-garanya
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Puluhan kaum ibu menggeruduk kediaman Hesty Soetrisno, di Perum Pondok Benda Residence RT 02/22 Blok B3/9 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (3/4/2018) malam. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Puluhan kaum ibu menggeruduk kediaman seorang wanita bercadar, Selasa (3/4/2018) malam.

Mereka menyatroni rumah perempuan tersebut di Perum Pondok Benda Residence RT 02/22 Blok B3/9 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander, kaum ibu yang menggeruduk itu resah dengan sejumlah hewan peliharaan milik Hesty Soetrisno.

Baca: Air Siap Minum dari Keran Bakal Dipasang di Jakarta

"Penyebabnya karena keberadaan hewan peliharaan yang sangat banyak," ujar Alex kepada Warta Kota, Rabu (4/4/2018).

Ia menjelaskan, Hesty mempunyai 11 ekor anjing, 20 ekor ayam, dan 32 ekor kucing.

"Kotoran hewan peliharaan itu sangat mengganggu lingkungan sekitar," jelas Alex.

Baca: PAM Kenalkan Air Olahan Siap Minum

Polisi kemudian melakukan mediasi terkait perkara ini. Mereka membuat kesepakatan antara Hesty dengan warga setempat.

"Kesepakatannya yaitu membatasi jumlah hewan peliharaan," kata Alex.

Ami, warga sekitar, mengaku kesal dengan keberadaan hewan-hewan milik Hesty. Ia pun meluapkan kekesalannya itu.

Polisi dan warga melakukan kesepakatan dengan keluarga Hesty Soetrisno, setelah rumahnya di Perum Pondok Benda Residence RT 02/22 Blok B3/9 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, digeruduk ibu-ibu pada Selasa (3/4/2018) malam.
Polisi dan warga melakukan kesepakatan dengan keluarga Hesty Soetrisno, setelah rumahnya di Perum Pondok Benda Residence RT 02/22 Blok B3/9 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, digeruduk ibu-ibu pada Selasa (3/4/2018) malam. (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

"Saya dan anak saya selalu dikejar-kejar anjingnya, sampai nangis-nangis," ungkap Ami.

Hal senada diungkapkan Syifa, yang juga merasa terganggu.

"Kotoran hewan-hewannya itu baunya sangat menyengat," paparnya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved