Uji Coba OK Otrip Diperpanjang karena Tunggu Persetujuan Bank Indonesia

Uji coba OK Otrip yang seharusnya berakhir pada awal April 2018, terpaksa diperpanjang hingga 15 April mendatang.

Uji Coba OK Otrip Diperpanjang karena Tunggu Persetujuan Bank Indonesia
Warta Kota/Hamdi Putra
Layanan angkot yang menerapkan Ok Otrip. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Uji coba OK Otrip yang seharusnya berakhir pada awal April 2018, terpaksa diperpanjang hingga 15 April mendatang. Alasannya, penetapan tarif masih menunggu keputusan Bank Indonesia.

Kebijakan tersebut diungkapkan Wakil Kepala Dinas Perhubungan Sigit Widjiatmoko, berdasarkan evaluasi OK Otrip sejak 15 Januari 2018. Sistem pembayaran serta tarif per kilometer yang dinilai rendah, masih menjadi fokus evaluasi Bank Indonesia saat ini.

"Masih menunggu poc (proof of concept) yang sekarang masih diproses di Bank Indonesia. Karena tarif dinilai terlalu rendah, tidak memadai untuk menutup biaya operasional dan pendapatan pemilik kendaraan," ungkapnya saat dihubungi, Senin (2/4/2018) petang.

Baca: Menteri Perhubungan: Ada Beberapa Taksi Online yang Remnya Blong

Beriringan dengan evaluasi yang dilakukan Bank Indonesia termasuk pencetakan Kartu OK Otrip, pihaknya terus merangkul operator angkutan umum. Usulan revisi tarif pun, katanya, telah diteruskan kepada PT Transportasi Jakarta, sehingga diharapkan perubahan tarif akan terbit setelah pembahasan bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) pekan ini

"Setelah tarif per kilometer disesuaikan, langkah selanjutnya adalah merangkul operator untuk mencapai target tahun 2018, yaitu 30 trayek yang terintegrasi Transjakarta," jelasnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved