Lurah Angke Buka Suara Soal Pungli Bantuan Pangan Non Tunai

Lurah Angke meminta praktik pungli bantuan sosial di wilayahnya diusut dan oknum pelaku dipecat.

Lurah Angke Buka Suara Soal Pungli Bantuan Pangan Non Tunai
google earth
Kelurahan Angke 

WARTA KOTA, PALMERAH - Lurah Angke, Dirham Syah, akhirnya angkat bicara mengenai dugaan kuat pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tertentu dalam pembagian Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) bagi warga miskin di Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Untuk mendapatkan BPNT, masing-masing warga diharuskan membayar uang senilai Rp 7.000 dengan rincian Rp 5.000 sebagai Zakat Infaq Sodakoh (ZIS) dan Rp 2.000 untuk pembelian kantong plastik.

Lurah Angke, Dirham Syah, mengakui bahwa dirinya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang dugaan praktik pungli yang dilakukan oleh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Rakyat (Kesra) Kelurahan Angke.

"Justru saya tahu dari masyarakat ketika saya terjun ke lapangan dalam kegiatan kerja bakti dan sebagainya. Warga sangat kecewa dengan pungli yang dilakukan Kasi Kesra." Demikian kata Lurah Angke, Dirham Syah, kepada Warta Kota melalui sambungan telepon, Selasa malam (3/4/2018).

Dirham Syah menuding Kasi Kesra Kelurahan Angke tidak mau berkoordinasi dengan dirinya yang notabene adalah atasan yang bersangkutan.

"Dia tidak pernah berkoordinasi, sangat tertutup. Kalau ditegur atau saya tanya mengenai keluhan masyarakat dan mekanisme pembagian BPNT dia selalu jawab tidak apa-apa tapi dengan nada marah," imbuhnya.

Menurutnya, Kasi Kesra Kelurahan Angke bertindak sendiri dalam pembagian Bantuan Pangan Non-Tunai bagi warga miskin.

"Pelaksanaan pembagiannya saja saya tahu dari warga. Dia nggak lapor sama saya. Kalau memang untuk beli kantong plastik mana buktinya, mana bonnya," ungkapnya.

Dirham Syah mempersilakan pejabat berwenang untuk mengambil tindakan atau memberikan sanksi kepada pelaku pungli.

"Saya tidak pernah menganjurkan atau menginstruksikan kepada bawahan saya untuk melakukan pungli sekecil apa pun. Jadi, kalau memang dia berbuat silahkan diusut, diberikan sanksi, karena dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Lurah Angke Dirham Syah.

Sebelumnya, Menteri Sosial Idrus Marham marah besar ketika menerima laporan tentang adanya praktik pungli Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) bagi warga miskin di Kelurahan Angke.

"Maksudnya apa-apaan memintakan uang Rp 7.000. Oknum pungli itu saya tegaskan segera dipecat. Dia.. Di.. Pe.. Cat...!" Kata Idrus Marham dengan nada tinggi saat menyambangi lokasi kebakaran di RW 05 Taman Kota, Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help