Akuisisi Picu Pengangguran, Go-Jek Diminta Ikut Tampung Pengemudi Uber

Go-Jek selaku pengelola transportasi online dapat turut serta menampung para pengemudi Uber, baik ojek maupun taksi online.

Akuisisi Picu Pengangguran, Go-Jek Diminta Ikut Tampung Pengemudi Uber
Warta Kota/Henry Lopulalan
Pengemudi ojek online Uber saat antre untuk mendaftar menjadi pengemudi Go-Jek, di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2018). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Ketua Dewan Pakar Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit menilai, akuisisi Uber yang dilakukan Grab pada Senin (26/3/2018) lalu, dapat memicu lonjakan pengangguran.

Karena, kata Danang, para driver harus mendaftarkan diri kembali, sementara rentang waktu penutupan aplikasi Uber sangat singkat, yakni 8 April 2018.

"Akuisisi Uber oleh Grab ini memang berdampak kepada para pengemudi Uber. Sebagai mitra, para pengemudi tidak memiliki pilihan lain untuk mengikuti aksi korporasi antara Grab dan Uber. Ini risiko di sisi mitra yang memang tidak bisa sepenuhnya diakomodasi operator," tutur Danang saat dihubungi, Senin (2/4/2018).

Baca: Grab Akuisisi Uber, Orderan Pengemudi Makin Tipis

Terkait fenomena tersebut, Go-Jek selaku pengelola transportasi online dapat turut serta menampung para pengemudi Uber, baik ojek maupun taksi online. Langkah strategis itu katanya sangat penting, terlepas dari persaingan usaha antara Go-Jek dan Grab saat ini.

"Jika ada pengemudi Uber yang memilih bermitra dengan Go-Jek, seharusnya tidak menjadi masalah. Tinggal bagaimana kebijakan dari masing-masing operator. Jadi apakah Go-Jek mau menyerap driver Uber atau tidak," paparnya.

Dihubungi terpisah, fenomena tersebut diungkapkan Ketua Institut Studi Transportasi Darmaningtyas, mengganggu rutinitas warga Ibu kota. Sebab, tidak beroperasinya Uber berimbas pada tersedianya transportasi online, sedangkan permintaan masyarakat terus meningkat.

Baca: Uber Dikabarkan Bakal Hengkang dari Indonesia, Ini Komentar Driver Grab dan Go-Jek

"Jadi jika tidak terserap akan mengurangi suplai, karena masyarakat sekarang ini sudah tergantung dengan transportasi online yang lebih praktis ketimbang menggunakan kendaraan pribadi," ulasnya.

"Toh, masuknya pengemudi Uber ke Go-Jek tidak bertentangan dengan moratorium pengemudi online yang sempat disampaikan pemerintah, mengingat mereka sudah terdaftar sebelumnya sebagai pengemudi online," katanya.

Sebelumnya, Grab mengakuisisi Uber Asia Tenggara pada Senin (26/3/2018) lalu. Imbasnya, seluruh kemitraan pengemudi Uber akan dialihkan kepada Grab regional Asia Tenggara, antara lain Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help