Bos First Travel Bayar Rp12 Miliar Untuk Beli Restoran Golden Day di London

Harga restoran itu sendiri sebenarnya hanyalah Rp 5,6 miliar, namun sisanya digunakan untuk merenovasi bangunan.

Bos First Travel Bayar Rp12 Miliar Untuk Beli Restoran Golden Day di London
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pasangan suami-istri bos First Travel usai mengikuti sidang, Senin (2/4). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Bos First Travel yakni pasangan suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, diketahui telah mengeluarkan dana hingga Rp 12 miliar untuk memiliki Restoran Golden Day yang ada di London, Inggris.

Harga restoran itu sendiri sebenarnya hanyalah Rp 5,6 miliar, namun sisanya digunakan untuk merenovasi bangunan serta interior restoran ditambah biaya operasional.

Hal itu diungkapkan Usya Soemarti Soeharjono yang tinggal di London, saat menjadi saksi kedua salam sidang lanjutan skandal First Travel di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Senin (2/4/2018).

Pasangan suami-istri bos First Travel usai mengikuti sidang, Senin (2/4).
Pasangan suami-istri bos First Travel usai mengikuti sidang, Senin (2/4). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Usya merupakan pemilik Restoran Nusa Dua di London, tetapi saat ini restoran itu sudah dijualnya ke orang Italia.

Karenanya ia menawarkan Andika untuk berinventasi bisnis restoran dimana nantinya Usya yang akan mengurus dan mengoperasikannya.

"Saya yang menawarkan dan mengajak untuk berinventasi di Inggris karena beliau tertarik keliling Eropa," kata Usya yang mengaku mengenal Andika dan Anniesa saat liburan bersama di London.

Akhirnya kata dia Andika dan Anniesa bersedia berinvestasi dengan membeli Restoran Golden Bay di London pada 2015.

"Untuk beli restoran, renovasi, interior dan operasional totalnya Rp 12 Miliar," kata Usya.

Uang pembayaran ditransfer 4 kali ke rekening Usya pada Februari 2015, 5 Maret 2015, 13 Maret 2015 dan 29 November 2015. Totalnya sebesar Rp 12 Miliar.

Meski semua uang dari Andika, kata Usya, restoran Golden Day dibeli atas nama Usya. Sebab Usya tinggal di London dan ia yang mengoperasikan serta mengelola restoran.

Mengenai asal uang yang dipakai Andika untuk membeli restoran, Usya mengaku tidak tahu.

Setelah membeli restoran di London, kata Usya, Andika beberapa kali datang ke restoran bersama Anniesa dan keluarganya.

Sampai saat ini Usya mengakui bahwa restoran belum disita pengadilan ataupun jaksa. Karenanya dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sufari mengajukan surat permohonan penyitaan restoran Golden Day di London milik Andika ke Majelis Hakim yang langsung menerimanya.

"Penyitaan ini nantinya bisa digunakan untuk pengembalian duit jemaah umrah, korban First Travel. Jadi bisa membuat jemaah berangkat. Oleh karena itu saya minta disita," kata Sufari.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved