Siloam Keruk Untung Meski Berikan BPJS Terbanyak ke Masyarakat

Hingga kini, ada 31 rumah sakit di bawah group Siloam dan 22-nya melayani pasien BPJS Kesehatan.

Siloam Keruk Untung Meski Berikan BPJS Terbanyak ke Masyarakat
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran komisaris dan direksi Siloam saat berlangsung RUPS Tahunan. 

WARTA KOTA, TANGERANG - PT Siloam Internasional Hospital Tbk melayani semua golongan masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya unit Siloam Hospital yang buka layanan BPJS Kesehatan.

Kendati demikian, di tahun 2017 laba Siloam Hospitals naik 13,2 persen, yakni mencapai Rp. 5,8 miliar.

"Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi juga naik 8,8% dari 2016 menjadi Rp. 733,0 miliar. Laba bersih dari operasional itu juga naik 8,9%," ujar John Riady, saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Aryaduta Karawaci, Tangerang, Kamis (29/3/2018).

Dalam RUPST tersebut, juga dijelaskan bahwa kenaikan itu ditandai juga dengan jumlah pasien yang terus bertambah, yaitu 207.062 orang pasien rawat jalan, dan 185.768 pasien yang rawat inap,

"Pelayanan di Unit Gawat Darurat juga naik 8,9% dari 2016, menjadi 262.708 pasien," ucapnya.

Hingga kini, ada 31 rumah sakit di bawah group Siloam dan 22-nya melayani pasien BPJS Kesehatan.

Bahkan baru-baru PT Siloam melakukan topping-off dua rumah sakit Siloam yang juga akan melayani BPJS Kesehatan, Siloam Hospital Kelapa Dua, Tangerang, dan Siloam Tegal Rejo, Yogyakarta.

"Siloam Hospital Tegal Rejo, Yogyakarta, berada di RSU Syubbanul Wathon (RSUSW). Ini merupakan kemitraan pertama Siloam dan Lippo Group dengan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU)," kata John Riady.

Dalam RUPST itu, Presiden Direktur Siloam Ketut Budi Wijaya juga menambahkan bahwa di tahun 2017 pihaknya banyak membangun rumah sakit baru.

"Dengan membuka lebih banyak rumah sakit, kami memberdayakan masyarakat melalui rekruitmen dan penempatan tenaga kerja lokal. Kami berkomitmen terhadap pembangunan bangsa," ungkap Budi.

Ia menyebut dari 31 rumah sakit yang dikelola Siloam, yang tersebar di 23 kota, sedikitnya ada sekira dua juta pasien. Dan setiap tahunnya, 31 RS ini telah melakukan lebih dari 55.300 operasi.

"Dari total 31 RS yang ada, kami punya 6.500 tempat tidur, dengan didukung oleh 2.700 dokter spesialis, dan dokter umum serta perawat lebih dari 9.800 orang dan staf pendukungnya," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help