Diminta Biaya 2.600 Dolar Singapura oleh Bea dan Cukai Bandara, Turun Jadi 150 Dolar Singapura

Menurut Sudirman, ia dikenakan biaya 2.600 dolar Singapura untuk tiga sepeda merek Brompton itu.

WARTA KOTA, PALMERAH---Sudirman, warga negara Singapura, menceritakan pengalamannya saat melancong bersama kekasih dan temannya ke Jakarta, beberapa waktu lalu.

Melalui akun Instagramnya, @sdrmn_13, ia mengungkapkan kaget ketika ditemui petugas Bea dan Cukai sesudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Dear Mr Presiden @jokowi, can I know the rational of your custom officers DEMANDING me to pay SGD2600 for 3 #bromptons which belongs to me, my gf & my friend," demikian penggalan caption unggahan Sudirman di Instagram.

Menurut Sudirman, ia bukan kali pertama berkunjung ke Jakarta. Terlebih, dirinya sudah sering membawa sepeda lipat namun baru kali ini diminta membayar oleh petugas Bea dan Cukai.

Menurut Sudirman, ia dikenakan biaya 2.600 dolar Singapura untuk tiga sepeda merek Brompton itu.

Petugas menilai Sudirman sebagai pebisnis dan uang tersebut sebagai jaminan bahwa sepeda yang dibawa tidak untuk diperjual belikan di Indonesia.

Sudirman mengaku tidak memiliki uang sebanyak itu. Belakangan, Sudirman diperbolehkan membayar di bawah harga yang telah ditentukan, yaitu 150 dolar Singapura.

"Apa yang dilakukan oleh petugas itu sangat tidak pantas," kata Sudirman ketika diajak bicara lebih lanjut melalui pesan singkat pada Rabu (28/3/2018) malam.

Ketika dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang, mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.

Dia menjanjikan untuk mengecek informasi itu dan menindak lanjutinya jika memang terjadi hal tersebut.

"Akan segera kami dalami," ujar Erwin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dimintai Bayaran Saat Bawa Sepeda ke Indonesia, WN Singapura Ini Curhat di Instagram", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/28/210257526/dimintai-bayaran-saat-b awa-sepeda-ke-indonesia-wn-singapura-ini-curhat-di.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help