Memperbaiki Peringkat dari Peringkat Ketiga Jadi Kelima, Jakarta Kota dengan Biaya Hidup Termahal

Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal kelima di Asia Tenggara versi riset The Economist Intelligence Unit.

Memperbaiki Peringkat dari Peringkat Ketiga Jadi Kelima, Jakarta Kota dengan Biaya Hidup Termahal
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Suasana di kawasan Monas. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal kelima di antara kota-kota besar di Asia Tenggara versi riset The Economist Intelligence Unit.

Jakarta, ditempatkan berada di urutan kelima kota termahal Asia Tenggara di bawah Singapura --yang mempertahankan gelar sebagai kota termahal di dunia--, Bangkok, Phnom Penh, dan Ho Chi Minh City, seperti dilansir Antaranews.com.

Hasil survei lembaga riset yang berada di bawah majalah mingguan The Economist, yang dirilis 15 Maret 2018 itu, bahkan memperlihatkan Jakarta memperbaiki peringkat dari sebelumnya kota termahal ketiga di Asia Tenggara pada 2017.

Baca: Termahal di Timur Jakarta, Apartment Kawana Tetap Diburu Konsumen 

Riset yang dilakukan dengan membandingkan biaya hidup di setiap kota lokasi survei dengan biaya hidup New York, Amerika Serikat, pada September 2017, sebagai pembanding memperlihatkan Jakarta berhasil menekan biaya hidup menjadi sekira 66 dari sebelumnya 75 pada 10 tahun yang lalu.

Hal itu membuat Jakarta menjadi satu-satunya di antara lima kota termahal Asia Tenggara yang bisa menekan biaya hidup, sebab Singapura justru naik dari sekira 112 menjadi 116, Bangkok naik (74 ke 79), Phnom Penh (58 ke 68), dan Ho Chin Minh City stabil di angka 68.

Selain Jakarta, Kuala Lumpur juga berhasil menurunkan biaya hidup mereka dari sebelumnya berada di peringkat keempat termahal di Asia Tenggara menjadi ketujuh termahal, di bawah Bandar Seri Begawan.

Baca: Film Flight 555, Film Komedi Termahal Dengan Setting Pesawat Boeing 747-400

Secara global, Jakarta menjadi kota termahal ke-90 di dunia tahun 2018 turun dari sebelum peringkat ke-86.

Singapura tetap menjadi kota termahal di dunia versi riset The Economist dengan kisaran biaya hidup di sana 16 persen lebih mahal dibandingkan New York.

Baca: Resmi Teken Kontrak, Dembele Pemain Termahal Barca, Langsung Pamer Kebolehan

Berturut-turut setelah Singapura adalah Paris (112), Zurich (112), Hong Kong (111), Oslo (107), Jenewa (106), Seoul (106), Kopenhagen (105), Tel Aviv (103), dan Sidney (102).

Riset tersebut secara umum membandingkan indikator sejumlah harga kebutuhan sehari-hari berupa sekilo roti, sebotol anggur, satu pak rokok, dan satu liter bensin.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved