Mantan Direksi PT BLI Dihadirkan dalam Sidang WN Norwegia

Sidang dugaan kasus pemalsuan tanda tangan kepemilikan saham PT Bahari Lines Indonesia (BLI) menghadirkan mantan direksi.

Mantan Direksi PT BLI Dihadirkan dalam Sidang WN Norwegia
Istimewa
ILUSTRASI sidang pengadilan 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK --- Sidang dugaan kasus pemalsuan tanda tangan kepemilikan saham PT Bahari Lines Indonesia (BLI) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (27/3/2018,) dengan menghadirkan mantan direksi.

Mereka adalah mantan Direktur Keuangan PT BLI Chandra Budiman Wijaya dan mantan Manager Admin PT BLI Helmi Wati. Kehadiran mereka terkait kronologis pengalihan saham BLI dari pelapor Yanti Sudarno kepada Gabrila selaku istri WNA Norwegia Morten Innhaug.

Dalam kesaksiannya, Helmi Wati mengetahui bahwa pelapor, Yanti Sudarno telah menandatangani surat pernyataan 90 persen saham PT BLI merupakan milik Morten Innhaug dan dikembalikan.

Jaksa Penuntut Umum Rezki Diniarti dalam pemeriksaan juga menunjukkan sejumlah dokumen untuk verifikasi kesaksian keduanya.

Sementara itu Kuasa Hukum Morten, Diswan mengatakan pihaknya masih menunggu pertimbangan penangguhan penahanan kliennya, Morten Innhaug. Pasalnya majelis hakim masih harus melakukan sejumlah pertimbangan.

"Penangguhan masih harus menunggu kesaksian dari kuasa hukum pelapor yakni Artha Wicaksana yang sebelumnya beralasan sedang di luar kota dan Zulkarnain Tawakkal," katanya, Selasa (27/3).

Sidang akan kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (29/3/2018) besok dengan masih mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi atas nama Zulkarnain dan Artha. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved