Harga Naik, Stok Bawang Berkurang Bikin Para Pedagang Menjerit

Padahal saat ini permintaan bawang butih terus mengalami peningkatan namun tidak dibarengi dengan stok yang melimpah

Harga Naik, Stok Bawang Berkurang Bikin Para Pedagang Menjerit
Warta Kota/Joko Supriyanto
Stok bawang putih di pedagang Pasar Induk Kramatjati, Rabu (28/3). 

WARTA KOTA, KRAMATJATI -- Berkurangnya stok bawang putih yang ada di Pasar Induk Kramatjati membuat sejumlah pedagang menjerit atas kelangkaan bawang putih.

Padahal saat ini permintaan bawang butih terus mengalami peningkatan namun tidak dibarengi dengan stok yang melimpah alhasil para pedagang hanya mengandalkan operasi pasar.

Salah satu pedagang, Hairul mengakui bahwa saat ini stok bawang putih memang mengalami kelangkaan. Hal itu disebabkan oleh stok bawang putih yang kurang.

Ia menduga bahwa sikap pemerintah tidak adil terhadap importir sehingga beberapa importir tertentu yang hanya dapat mengirim stok barang sedangkan beberapa importir yang memiliki stok tidak dapat mengirim barang.

"Ya karena saat ini stok bawang putih kurang, ya mungkin ini terjadi karena pemerintah yang tidak bersifat adil kepada semua importir, hanya mungkin importir-importir tertentu yang dikasih, sehingga importir yang tidak punya barang tidak bisa kirim barang," kata Hairul, Rabu (28/3/2018).

Sementara itu menurut Hairul bahwa importir-importi yang selama ini bekerja sama dalam pengirim barang tidak dapat memenuhi kebutuhan karena memang tidak memiliki stok bawang putih.

Dikatakan oleh Hairul bahwa surat izin importir belum dikeluarin oleh pemerintah, namun ia tidak mengatahui kenapa pemerintah belum mengeluarkan surat izin tersebut.

Atas kelangkaan bawang putih yang terjadi di Pasar Induk Kramatjati sebagain pedagang pun mengalami kesulitan.

"Terus terang sebagain kecil iya, walau beberapa pedagang baru dapat tapi itu tidak mencukupi untuk memenuhi langganan dia masing-masing," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan permintaan pedagang, ia pun terpaksa harus mengandalkan operasi pasar yang digelar oleh pemerintah. Walau begitu hal tersebut tidak mencukupi kebutuhan yang ada.

"Sejujurnya pedagang menjerit tapi apa daya, pedagang tidak punya daya tanpa adanya importir, dan importir pun tidak punya daya atas keputusan pemerintah, jadi saya mohon kepada pemerintah, untuk bersikap adil kepada semua orang, karena dalam hal ini yang dirugikan adalah konsumen," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help