Ayah Bejat Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

ME (14), seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bengkalis, Riau, diduga menjadi korban pencabulan ayah kandungnya.

Ayah Bejat Cabuli Anak Kandungnya Sendiri
Istimewa
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, PALMERAH-ME (14), seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bengkalis, Riau, diduga menjadi korban pencabulan ayah kandungnya.

Pelaku dilaporkan oleh istrinya kepada polisi. Berdasarkan laporan ibu kandung korban, LM (43) ke Polres Bengkalis, pelaku berinisial HY (42), yang tidak lain adalah suaminya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo mengatakan, kasus pencabulan anak di bawah umur ini terjadi pada Minggu (25/3/2018) di rumah orang tua korban di Jalan M Toha Desa Pangkalan Batang, Bengkalis.

"Kasus ini dilaporkan pada Senin (26/3/2018) kemarin ke Polres Bengkalis. Pelapor adalah ibu kandung korban," kata Guntur, Selasa (27/3/2018).

Dia menjelaskan, kasus ini berawal ketika pelapor dan anak-anak sedang duduk-duduk di depan rumahnya.

Tak lama kemudian, korban meminta izin untuk pergi ke rumah temannya. Namun setelah beberapa jam pergi jalan, korban tak kunjung pulang ke rumah.

"Korban sempat dicari oleh ibu dan saudaranya. Tapi tidak ditemukan," kata Guntur. Keluarganya pun berkumpul di depan rumah sambil menunggu korban pulang.

Pelapor lalu melihat seseorang berlari ke arah Jalan Utama rumah orang tuanya (nenek korban). Ia lantas dikejar oleh pelapor menggunakan sepeda motor.

"Korban ditemukan dalam keadaan ketakutan dan menangis. Korban mengaku diduga telah dicabuli oleh ayah kandungnya," ujar Guntur. 

Selanjutnya, pelapor termenung dan bingung mesti berbuat apa. Pelapor kemudian menemui ketua RT untuk mencari jalan keluar.

Akhirnya, pelaku (HY) dilaporkan ke Polres Bengkalis.

"Terlapor masih dalam penyelidikan. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Korban juga sudah melakukan visum," jelas Guntur. (Kontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra Indriani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dicabuli Ayah Kandung, Siswi SMP Menangis dan Ketakutan"

Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved