Ojol Harapkan Pemerintah Jembatani Permasalahan Tarif Rendah

Pengemudi ojek online (ojol) dari GoJek bernama Ari (35) menyayangkan pihak aplikator yang kerap menetapkan tarif yang dinilainya rendah.

Ojol Harapkan Pemerintah Jembatani Permasalahan Tarif Rendah
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Sekitar 2000 sampai 2500 pengemudi ojek online dari Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan unjuk rasa di seberang Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Seorang pengemudi ojek online (ojol) dari GoJek bernama Ari (35) menyayangkan pihak aplikator yang kerap menetapkan tarif yang dinilainya rendah.

Hal itu menyebabkan banyak ojol yang dibayar dengan upah kecil meski telah melakukan trip yang jauh.

"Sekarang gini, tolong aplikator memanusiakan teman-teman. Jarak begitu jauh cuma dibayar berapa perak. yang udah ujung-ujungnya teman-teman kecewa," ujar Ari saat aksi di depan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).

Mereka juga meminta agar pihak penyelenggara transportasi berbasis daring tersebut untuk tidak mengeluarkan kebijakan secara sepihak memberikan hukuman bagi ojol yang dinilai perusahaan melanggar peraturan.

"Kalau aplikator mau mengerti kita terjun ke lapangan. Jangan masukin orang tapi suspend sepihak," ungkapnya.

Ia bersama ribuan pengemudi ojol lainnya berharap agar pemerintah bisa menjembatani mereka dengan pihak aplikator guna menyelesaikan permasalahan tarif rendah.

"Pihak menaikan tarif itu aplikator, tapi pemerintah itu rodanya. Pemerintah mengeluarkan aturan untuk perusahaan. Harusnya ada aturan mainnya. Kayaknya ada jarak antara pemerintah dengan aplikator. Pemerintah harus menentukan aturannya nah aplikator harus menyesuaikan berapa yang ditetapkan," keluh Ari. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved