Nadiem Klaim Penghasilan Ojol Rp 4,2 Juta Per Bulan, Pengemudi: Mungkin Dulu

Saat ribuan pengemudi ojek online demo, di tempat terpisah CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjadi pembicara untuk CPNS di Istora Senayan.

Nadiem Klaim Penghasilan Ojol Rp 4,2 Juta Per Bulan, Pengemudi: Mungkin Dulu
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) melakukan aksi untuk memperjuangkan nasibnya di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Saat ribuan pengemudi ojek online (ojol) melakukan aksi untuk memperjuangkan nasibnya di depan Istana Negara, di tempat terpisah pendiri sekaligus CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjadi pembicara untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan.

Dalam kesempatan itu, Nadiem mengklaim pendapatan pengemudi ojol berada pada titik antara Rp 4 juta sampai 4,2 juta setiap bulan.

"Anda tahu pendapatan driver gojek berapa? UMR di Jakarta itu sekitar Rp 3 juta. Pendapatan driver GoJek itu sekitar Rp 4 juta, Rp 4,2 juta-4,3 juta. Itu rata-rata," kata Nadiem.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah pengemudi ojol dari GoJek menuturkan bahwa pendapatan tersebut bisa diraihnya ketika tahun 2015 sebelum banyak masyarakat yang tertarik bergabung menjadi mitra.

"Tergantung kerjanya, tapi gak ngaruh juga intinya sekarang aplikasinya sedikit orderannya, walaupun keluar dari pagi itu sedikit dapet orderannya," ujar Hendra.

Baca: Jokowi Kaget Tarif Ojek Online Hanya Rp 1.600 per Kilometer

Sedangkan Eko mengaku tak memahami pola kerja seorang pengemudi apabila mendapatkan penghasilan sebanyak Rp 4 juta per bulan.

"Saya kerja office hour, sehari paling dapat maksimal Rp 100.000. Sekarang saja hanya dapat Rp 300.000 per minggu. Mungkin itu Rp 4 juta dulu pas belum banyak pengemudinya," ungkap Eko.

Andreanes yang sejak tahun 2015 menjadi pengemudi ojol mengungkapkan hal yang sama.

Ia pun sempat mengalami masa saat dirinya bisa memilih trip lantaran jumlah pengemudinya masih sedikit.

"Dulu sih bener, bisa lebih dari Rp 4 juta malah. Sempat saya ngerasain bisa milih trip karena banyak orderan. Sekarang kalau mau dapat Rp 4 juta per bulan harus seharian dari pagi sampai malam. Kalau mau dapat segitu full enggak ada libur," kata Andreanes. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved