Kampung Warna-Warni Muncul Rasa Jengah Warga Terhadap Kenakalan Remaja Gemar Mencoret Dinding

Kampung warna-warni muncul antara lain dari rasa jengah warga terhadap kenakalan remaja yang gemar mencoret-coret dinding.

Kampung Warna-Warni Muncul Rasa Jengah Warga Terhadap Kenakalan Remaja Gemar Mencoret Dinding
Warta Kota/Feryanto Hadi
Suasana kampung warna-warni di Kelurahan Lenteng Agung. 

WARTA KOTA, JAGAKARSA---Latar belakang munculnya kampung warna-warni cukup beragam.

Jamal, Ketua RW 4 Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengatakan, kampung warna-warni muncul antara lain dari rasa jengah warga terhadap kenakalan remaja yang gemar mencoret-coret dinding dengan grafiti yang kurang elok.

Para remaja itu kemudian dikerahkan untuk mengecat tembok lingkungannya dengan konsep dan warna pilihan mereka.

Baca: Ayu Tak Malu Lagi Terima Tamu, Rumahnya Kayak Istana

"Ini memindahkan kebiasaan remaja mencoret sembarangan, kita salurkan bakat keseniannya," kata Jamal baru-baru ini.

Satia, Lurah Lenteng Agung, mengatakan, adanya kampung warna-warni secara signifikan mengurangi kenakalan remaja.

Jika dulunya remaja lebih banyak bermain dan berkumpul, kini remaja itu sibuk menumpahkan kreatifitas dengan membuat mural-mural.

"Pembuatan kampung warna-warni ini diserahkan kepada remaja dan karang taruna agar mereka memiliki kegiatan yang positif. Mereka antusias ternyata. Pohon-pohon dirapiin, dan juga di dalam lukisan mereka isi tema-tema," katanya.

Kampung warna-warni di Lenteng Agung juga melengkapi pemberdayaan lingkungan yang sudah berjalan.

Baca: Pengecatan Kampung Warna Warni Danau Sunter, Anies Ingin Warga Kampung Bahagia

Di RW 09 misalnya, dijadikan kampung iklim yang memiliki urban farming, bank sampah, dan peternakan yang dilombakan pada tingkat nasional.

Sedangkan di RW 08, ada perguruan silat dan dilintasi Sungai Ciliwung.

Satia mengusulkan agar warga mempercantik kampungnya dengan elemen-elemen kebudayaan dan wisata.

Ia berharap Lenteng Agung jadi destinasi wisata yang tak sekadar jadi lokasi swafoto.
"Target kami bukan hanya warna-warni tapi di balik itu apa nilai positifnya. Sekarang kami kembangkan beberapa perajin tas kami coba kerja sama. Jadi tidak sekadar swafoto, tetapi ada produk yang punya nilai ekonomi," kata Satia.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help