Kampung Warna Warni Jakarta Cuma Kosmetik, Bukan Penataan

“Ini adalah cara cepat mengubah kesan kumuh suatu kampung, namun itu sekadar kosmetik,” kata Nirwono Joga

Kampung Warna Warni Jakarta Cuma Kosmetik, Bukan Penataan
Warta Kota/Nur Ichsan
Pemukian warga yang berada di tepian Danau Sunter yang berada di wilayah Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terlihat indah dengan tampilan berwarna warni seperti terlihat Sabtu (24/3/2018). 

WARTA KOTA, JAKARTA- Pengecatan perkampungan kumuh di DKI Jakarta sebenarnya bukanlah barang baru. Namun, pengecatan tidak menyelesaikan persoalan utama yang ada, hanya salah satunya. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga menuturkan, setidaknya sejak tahun 2000, kegiatan pengecatan kampung warna-warni di DKI sudah ada. Ia pun mengapresiasi upaya Pemprov DKI dalam mengurangi kesan kumuh di perkampungan.

“Ini adalah cara cepat mengubah kesan kumuh suatu kampung, namun itu sekadar kosmetik,” kata Nirwono kepada Kompas.com, Senin (26/3/2018). Sebaliknya, ia menuturkan, penyelesaian persoalan perkampungan kumuh harus dikerjakan secara menyeluruh. Pemprov DKI perlu memetakan lokasi yang tergolong perkampungan kumuh di Jakarta. 

Kemudian, perlu dicek ulang apakah lokasi perkampungan kumuh tersebut sesuai dengan peruntukkannya. Bila memang sudah sesuai, maka Pemprov dapat melakukan pemugaran bangunan dan meremajakan kawasan. “Peremajaan kawasan kampung kumuh dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai SKPD atau dinas terkait untuk membenahi tata bangunan dan lingkunan,” terang Nirwono.

Pembenahan tersebut meliputi kondisi lahan, pengecekan sertifikat kepemilikan lahan, bangunan hunian rumah tapak atau rumah susun berlantai rendah sedang, serta jalan dan saluran air sekaligus jalur evakuasi. Kemudian, pembenahan terhadap taman lingkungan sebagai tempat interaksi warga dan tempat evakuasi bila terjadi bencana seperti gempa dan kebakaran, dan jalur utilitas yang terpadu meliputi air bersih, gas, listrik hingga limbah komunal. Namun, jika peruntukkan kawasan merupakan RTH (ruang terbuka hijau), maka pemda harus merelokasi warga ke perumahan terdekat (rusunawa/rusunami) yang sudah disediakan pemda.

"Jangan malah dilegalkan dengan melanggar tata ruang. Lokasi itu semestinya dikembalikan, ditata ulang sebagai RTH taman kota,” tuntas Nirwono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengamat: Kampung Warna-warni Jakarta, Hanya Kosmetik",

Penulis : Dani Prabowo

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved