Ikut Pelatihan OK OCE, Rismanila Jadi Ingin Buka Usaha

Bekerja di perusahaan tekstil dan mendapat upah per bulan telah dilakoni Rusmanila (40) warga Pasar Rebo, Jakarta Timur sejak lama.

Ikut Pelatihan OK OCE, Rismanila Jadi Ingin Buka Usaha
Warta Kota/Dwi Rizki
Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE DKI Jakarta, Faransyah Jaya memberikan pelatihan OK OCE kepada sebanyak 140 orang peserta didik Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo di Bengkel Otomotif, Komplek PPKPI Pasar Rebo, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Selasa (27/3/2018). Dalam pertemuan kedua tersebut, para peserta diberikan pelatihan dasar dan manajemen usaha sebagai bekal berwirausaha. 

WARTA KOTA, PASAR REBO - Bekerja di perusahaan tekstil dan mendapat upah per bulan telah dilakoni Rusmanila (40) warga Pasar Rebo, Jakarta Timur sejak lama.

Namun sudut pandangnya kini telah berubah, dirinya mengaku ingin membuka usaha ketimbang harus kembali bekerja tetapi terus dibayangi pemutusan kontrak kerja.

Keputusan tersebut disampaikannya usai mengikuti pelatihan kewirausahaan yang digelar OK OCE DKI Jakarta bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo beberapa waktu lalu.

Jiwa kewirausahaan katanya lahir, dirinya pun memilih untuk menyempurnakan kemampuan menjahit dengan mengambil kelas Autocad.

"Dari pelatihan, saya jadi ada gambaran usaha apa yang cocok untuk saya. Jadi dikaitin sama kemampuan jahit saya dan permintaan pasar, salah satunya soal sedikitnya yang jual pola baju, makanya saya pilih pelatihan Autocad. Lewat aplikasi itu saya bisa desain pola baju terus diprint, hasilnya bisa dijual lewat online," ungkapnya usai menjalani pelatihan OK OCE di Bengkel Otomotif, Komplek PPKPI Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Selasa (27/3/2018).

Baca: Jonathan Bauman Cetak Gol Perdana di Laga Uji Tanding Persib

Walau pilihan usaha yang bakal dilakoninya sangat menjanjikan, kendala permodalan kembali menghantuinya.

Sebab, seluruh konsep dan rencana usaha yang tengah disusunnya kini membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit, antara lain sebuah komputer, aplikasi Autocad serta printer berukuran besar untuk mencetak pola.

"Saya optimis, soalnya belum banyak yang bisa bikin, terus yang jual (pola pakaian) juga nggak banya, jadi saya optimis. Nah masalah ada di modal, walaupun katanya bakal dikasih modal dari bank kalau lulus pelatihan," tutupnya.

Ditemui bersamaan, Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE DKI Jakarta, Faransyah Jaya menyebut fokus pelatihan kewirausahaan adalah tumbuhnya kesadaran berwirausaha.

Selanjutnya, apabila keinginan telah ditetapkan, pelatihan dasar dan manajemen usaha akan diberikan sebagai bekal berwirausaha.

"Ada beberapa tahapan pelatihan, mulai dari pertama-pendaftaran sampai tes di akhir pelatihan ke tujuh. Kalau dinyatakan lulus, peserta OK OCE akan kita rekomendasikan kepada Bank DKI terkait permodalan. Jadi tidak perlu khawatir," jelasnya usai memaparkan pelatihan OK OCE di Bengkel Otomotif, Komplek PPKPI Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Selasa (27/3/2018).

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved