Demi Air Bersih, Warga Kamal Muara Rogoh Kocek Rp 700 Ribu per Bulan

Air tersebut dihargai Rp 20 ribu per gerobak dan air minum dihargai Rp 4 ribu per jerigen dengan kapasitas 20 liter.

Demi Air Bersih, Warga Kamal Muara Rogoh Kocek Rp 700 Ribu per Bulan
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Alat penampung air hujan di salah satu rumah warga di Kampung Penadah Hujan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Datangnya hujan menjadi berkah tersendiri bagi warga Kampung Penadah Hujan di RT 05/RW 04 Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pasalnya selain bisa menampung air di gentong, pengeluaran rutin warga untuk keperluan air bersih juga berkurang.

Selama ini warga mengandalkan air bersih dari para penjual yang keliling ke rumah-rumah saat musim kemarau tiba.

Air tersebut dihargai Rp 20 ribu per gerobak dan air minum dihargai Rp 4 ribu per jerigen dengan kapasitas 20 liter.

“Jadi kalau ditotal, sedikitnya Rp 600-700 ribu dikeluarkan warga setiap bulan untuk kebutuhan air bersih. Air yang di gerobak digunakan untuk mandi dan cuci sementara yang di jerigen untuk makan minum,” kata salah seorang warga, Junaedi (45), Selasa (27/3).

Sementara itu Direktur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat mengakui adanya kekurangan air bersih di Kamal Muara.

Erlan menceritakan bahwa kondisi serupa juga terjadi di kawasan lainnya yang berada di pinggir laut.

“Daerah-daerah seperti Tegal Alur, Cengkareng, Kamal Muara, Pegadungan, Daan Mogot dan sebagainya adalah daerah low supply. Artinya selain tidak cukup airnya, jaringan pipanya juga belum memadai,” ucap Erlan.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya saat ini sedang membangun fasilitas Water Treatment Plan (WTP) di hutan kota Penjaringan untuk memaksimalkan distribusi air bersih ke wilayah pesisir pantai.

Erlan menceritakan fasilitas yang dikerjakan oleh JakPro tersebut kini sedang dikebut pembangunannya.

Jika fasilitas tersebut sudah selesai dibangun maka diharapkan kebutuhkan warga akan air bersih bisa terpenuhi.

“Maka diharapkan pada tahun 2019 mendatang sudah bisa difungsikan secara bertahap di tempat-tempat itu. Jadi memang sudah diprogramkan untuk menambah air dan jaringan yang ada,” tutupnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved