Home »

Bogor

Belasan Ibu Menyusui Terpaksa Dilarikan ke RS Karena Keracunan Jamu

Lanjut Syukri, pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab sakitnya kesebelas warga tersebut.

Belasan Ibu Menyusui Terpaksa Dilarikan ke RS Karena Keracunan Jamu
Tribun Jogja
Para korban keracunan jamu uyub dirawat di IGD RSUD Muntilan, Magelang, Selasa (27/3/2018). 

WARTA KOTA. BOGOR - Sebanyak 11 orang warga di dua desa yakni Desa Senden, Kecamatan Mungkid dan Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi jamu uyub, Selasa (27/3/2018).

Peristiwa keracunan massal tersebut terjadi pada Senin (26/3/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu belasan korban yang rata-rata ibu menyusui ini meminum jamu uyub yang dibeli dari salah satu penjual jamu tradisional yang menjadi langganan korban bernama Saswati (58).

Semula para korban tidak merasakan keanehan apapun saat mengonsumsi jamu uyub tersebut. Namun tiga jam setelahnya, sekitar pukul 15.00 WIB sore hari, para korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang, merasakan mual, dan muntah-muntah. Mereka pun langsung dilarikan ke RSUD Muntilan.

"Pas minum jamu itu belum merasakan apa-apa, baru tiga jam sesudahnya, tiba-tiba kepala pusing, badan lemas, mual dan muntah-muntah. Saya sudah tidak bisa apa-apa, dan langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Lusia Arfiani (23), salah seorang korban keracunan, warga Desa Senden, Kecamatan Mungkid.

Ksebelas korban keracunan yakni Santi Rahmawati, Dias Tri Yuliani, Napsiah, Haryanti, Saidah, Ida Riwayati, Anik Trianingsih, Indah Saputri, Sarwati yang merupakan warga Desa Senden, Kecamatan Mungkid.

Satu lagi atas nama Maesaroh, warga Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan.

Direktur RSUD Muntilan, M Syukri, mengatakan, kesebelas korban tersebut sudah dibawa ke RSUD Muntilan, Magelang dan tengah menjalani perawatan intensif oleh tim medis.

Rata-rata korban yang merupakan ibu menyusui ini mengalami gejala keracunan mulai dari mual, muntah dan kejang-kejang

"Dari kemarin kami mendapatkan banyak pasien berdatangan, yang diduga mengalami keracunan jamu uyub tersebut. Tim medis langsung menangani korban dibawa ke IGD," tutur Syukri, Selasa (27/3/2018) ditemui di kantornya.

Kendati sudah mendapatkan perawatan medis, tetapi sampai saat ini kondisi dari seluruh korban dalam kondisi lemah, dan belum sepenuhnya pulih.

"Kita tangani seluruh pasien korban keracunan ini, hingga pagi ini kondisinya masih lemah, tetapi sadar dan dapat diajak komunikasi. Mereka masih harus menjalani perawatan dan penanganan intensif dan belum diperbolehkan pulang," ujarnya.

Lanjut Syukri, pihaknya belum dapat memastikan terkait penyebab sakitnya kesebelas warga tersebut. Namun dari dugaan awal, para korban ini diduga mengalami keracunan akibat jamu uyub yang dikonsumsinya.

"Kami tidak dapat memastikan, itu merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan. Tetapi dari gejala yang dialami, diduga akibat keracunan. Kami sudah persiapkan laporan biar Dinkes dapat menindaklanjuti," ujarnya. (Rendika Ferri K)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help