Bangkai Truk Sampah Numpuk Sampai Kepala Dinas Puyeng

Bangkai truk menumpuk sampak kepala dinas kebingungan. Bangkai itu membuat halaman kantor jadi sempit.

Bangkai Truk Sampah Numpuk Sampai Kepala Dinas Puyeng
Warta Kota
Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji 

WARTA KOTA, CENGKARENG -- Kepala Suku Dinas (Kasudin) Lingkungan Hidup (LH) Kota Jakarta Barat, Edy Mulyanto menyebut ada 89 unit truk (sebelumnya 100 unit truk) yang tak lagi dapat beroperasional dengan baik. Edy menerangkan apabila menumpuknya truk-truk tahun 1997-an itu, membuat minim lahan dipo.

"Bukan 100 ya, melainkan ada 89 truk sampah yang rusak karena usia tua. Truk-truk kini telah menumpuk di area parkir di Kantor Suku Dinas LH serta juga di Dipo yang berlokasi di Asrama Kebersihan Bambu Larangan. Dampaknya bisa kerugian bagi warga sekitar. Salah satunya itu, pengurangan dipo sampah. Tadinya kami saat itu punya 38 dipo, kini hanya 34 dipo. Dua dipo diantaranya itu kini tidak lagi digunakan akibat dijadikan tempat penampungan truk rusak itu," jelas Edy.

Hilangnya dipo yang ada diAsrama Kebersihan membuat warga kebingungan membuang sampah. Tumpukan bangkai truk tua itu membuat estetika kota rusak.

"Kesannya jadi kumuh di area belakang asrama kebersihan bambu larangan. Kalau pengiriman sampah ke Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat masih aman. Sebab jumlah armada kami sudah cukup, ada 187 armada serta ditambah ada 11 unit truk dari anggran 2017. Hanya saja jika terjadi keterlambatan pengangkutan dapat dampak antrean panjang di Bantar Gebang ya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengaku pihaknya itu sudah berkali-kali mengajukan permohonan kepada pihak badan pengelola aset daerah (BPAD)DKI Jakarta agar aset kendaraan truk rusak itu pun dapat dihapus.

"Sudah sering kami ajukan dihapus asetnya itu dan dilakukan penarikan. Namun, sampai detik ini belum ada realisasinya," kata Isnawa.

Persoalan rusaknya kendaraan, juga terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Hal tersebut tidak hanya terjadi di instansi tempat ia bekerja saja saat ini.

"Instansi lainnya, seperti pemadam kebakaran, kesehatan dan dinas sosial. Kendaraan, sudah berumur puluhan tahun, pasti juga mengalami kerusakan dan penumpukan yang waktu lama. Kondisi ini, jujur buat kami resah juga. Karena, penghapusan aset bisa dilakukan setiap dinas di DKI Jakarta, dan tak perlu harus menunggu keputusan dari BPAD. Agar penghapusan aset berjalan cepat. Sebab, penumpukan truk rusak mempersempit lahan dipo di Jakarta," jelasnya kembali.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved