Perguruan Pencak Silat Kelabang Putih Melestarikan Budaya Lewat Seni Bela Diri Silat

Bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa masih ada persilatan dari Betawi yang menjadi budaya.

Perguruan Pencak Silat Kelabang Putih Melestarikan Budaya Lewat Seni Bela Diri Silat
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Perguruan Pencak Silat Kelabang Putih, melestarikan budaya bangsa lewat seni bela siri silat 

WARTA KOTA, PALMERAH----"Buaya mencari makan melatanya di pagi hari. Ini
budaya harus kita pertahankan, kalau bukan kita siapa lagi ?..."

Ucapan pantun tersebut disampaikan Faisal Hadi, Ketua Umum Perguruan Silat Kelabang Putih, saat sambutannya di acara 'Harlah ke-11 Perguruan Pencak Silat Kelabang Putih', di Lapangan Ivop, Gg Nurul Huda, Ciputat, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

"Dengan Harlah ke- 11 Kelabang Putih ini, kami mengajak masyarakat, generasi muda biar pada open (peduli) dengan kita punya budaya, salah satunya seni budaya beladiri silat ini," kata Faisal.

Faisal mengatakan, PPSKP yang dirintis guru besar mereka (alm) Haji M Dzamhur, telah sekian lama berdiri, namun seni beladiri Betawi ini sempat lama vakum.

"Dalam kesempatan ini selain untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa masih ada persilatan dari Betawi yang menjadi budaya kita. Kita ingin terus pertahankan dan jangan sampai punah," kata Faisal.

Baca: Anak Panti Sabet 2 Medali Emas di Kejuaraan Pencak Silat

Saat ini, PPSKP memiliki beberapa cabang sebagai pusat latihan, di antaranya di Jakarta Selatan (Departemen Pertanian), dan wilayah Tangerang Selatan, seperti daerah Kampung Sawah, Serua, Jombang, dan Kedaung.

Selain itu, seni beladiri silat Kelabang Putih juga menjadi bagian dari kegiatan ekstrakulikuler di beberapa sekolah di Ciputat, yakni di sekolah Yayasan Islamiyah, Yayasan Paramarta, dan Yayasan Puspita Bangsa.

Zainuddin Zakaria alias Memeh, salah satu Penasehat PPSKP, bersyukur langkahnya memperkenalkan silat Kelabang Putih ke sekolah-sekolah bisa direspons positif pihak sekolah dan peserta didik.

"Sampai saat ini saya masih ingat pesan almarhum Haji Muhammad Dzamhur (Guru Besar PPSKP) ketika masih hidup. Beliau selalu mengamanatkan, titip anak-anak. Amanat ini yang selalu ada dipundak saya Sehingga sampai saaat ini pun terasa punya satu beban moril untuk tetap menjaga sebaik-baiknya amanat ini," kata Zainuddin.

Halaman
12
Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved