Gas Beracun Gunung Ijen

Pasien Gas Beracun Gunung Ijen Sudah Pulang Semua, Ambulans Tetap Siaga

Petugas kesehatan dan alat kesehatan tambahan di Puskesmas Ijen, sekitar 12 Km dari puncak Gunung Ijen, juga tetap disiagakan.

Pasien Gas Beracun Gunung Ijen Sudah Pulang Semua, Ambulans Tetap Siaga
Kompas.com/Ira Rachmawati
PUSKESMAS Ijen di Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Puskesmas yang berjarak sekitar 12 kilometer dari puncak Gunung Ijen ini menjadi tempat untuk merawat para warga yang menghirup gas beracun yang keluar dari kawah Gunung Ijen. 

WARTA KOTA, BONDOWOSO --- Sebanyak 27 warga Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, yang sempat dirawat di Puskesmas Ijen karena menghirup gas beracun dari kawah Gunung Ijen sudah pulang.

Mereka adalah warga tiga dusun di Desa Kalianyar yang berada di bantaran Sungai Kalipait. Dokter umum Puskesmas Ijen, dokter Dimas Andreanto mengatakan, pasien terakhir yang dirawat di puskesmas yang berada di kaki Gunung Ijen tersebut sudah pulang pada Jumat sore (23/3/2018).

Baca: 15 Menit, Bualan di Kawah Ijen Muncul dan Sebabkan Ledakan

Sementara, satu pasien yang dirujuk ke ICU RSUD Bondowoso sudah dipindahkan ke ruangan umum dan dijadwalkan akan pulang hari ini.

"Pasien atas nama David saat datang ke sini pada Rabu malam langsung kami bawa ke RSUD Bondowoso karena pingsan dan juga kejang. Jadi setelah mendapatkan fasilitas pertolongan pertama, kami bawa ke ICU termasuk juga untuk cek gas dalam darah," ujar dokter Dimas kepada Kompas.com, Sabtu (24/3/2018).

Menurut Dimas, rata-rata pasien yang datang mengeluhkan mual, pusing, tenggrokan tercekik, dan juga kesulitan bernafas. Jika tidak memiliki penyakit penyerta, biasanya pasien yang terkena paparan gas beracun paling lama dirawat dua hari.

"Gas beracun ini juga terhirup bisa sampai ke susunan syarat pusat. Jika tidak segera dihindari dan ditangani bisa membuat kejang dan juga kematian," kata dia.

Baca: Kawah Gunung Ijen Keluarkan Gas Beracun, Sejumlah Warga Dilarikan ke Puskesmas

Untuk pertolongan pertama, menurut Dimas, jika ada masyarakat yang terpapar gas beracun sebisa mungkin harus menjauh dan menggunakan masker khusus atau kain yang dibasahi. Kain basah itu kemudian ditutupkan ke hidung, untuk menyaring udara yang dihirup.

"Jika hanya menggunakan masker kering ya ngga akan tahan. Jadi malam itu kami semua warga yang tinggal di sekitar puskesmas mengeluarkan semua air," ujar dr Dimas.

"Ditimba, diletakkan sepanjang jalan untuk masyarakat membasuh muka dan membasahi baju karena gas masih menempel di tubuh. Bahkan ada pasien yang sudah dua kali ganti baju, masih bau gas belerang karena memang gasnya terlalu pekat," jelasnya.

Namun, walaupun pasien yang terdampak gas beracun sudah pulang, Dinas Kesehatan Bondowso tetap menyiapkan mobil ambulans. Petugas kesehatan dan alat kesehatan tambahan di Puskesmas Ijen yang letaknya sekitar 12 kilometer dari puncak Gunung Ijen juga disiapkan hingga kondisi Gunung Ijen kembali normal. (Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Semua Pasien yang Terdampak Gas Beracun Gunung Ijen Sudah Pulang"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help