Listrik Lapangan Tenis Indoor Senayan Tidak Dipadamkan

Satu lapangan yang listriknya tidak akan dipadamkan lantaran masih menyelenggarakan Test Event Asian Games 2018.

Listrik Lapangan Tenis Indoor Senayan Tidak Dipadamkan
Footie
Ilustrasi. Caroline Wozniacki petenis profesional asal Denmark. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) turut mendukung gerakan Earth Hour 2018 yang direncanakan oleh WWF Indonesia dengan cara memadamkan listrik pada pukul 20.30-21.30 malam nanti.

Meski begitu, Direktur Operasional PPK GBK Gatot Tetuko menyatakan terdapat satu lapangan yang listriknya tidak akan dipadamkan lantaran masih menyelenggarakan Test Event Asian Games 2018.

"Ada Test Event Asian Games Olahraga Jiu-jitsu di Tennis Indoor, jadi venue-nya tidak dipadamkan listriknya," kata Gatot saat dikonfirmasi, Sabtu (24/3).

Sedangkan secara keseluruhan, semua lampu baik yang ada di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan di pinggir jalannya dipadamkan selama 1 jam.

"Lampu yang dimatikan di SUGBK dan sekitarnya saja. Lampu dalam, lampu lapangan dan lampu ring road-nya juga kami matikan," ungkapnya.

Pemadaman lampu tersebut sudah disesuaikan jadwalnya sehingga tidak mengganggu kegiatan yang sedang berjalan. Tak ada tin kesebelasan yang akan menggunakan fasilitas SUGBK pada malam nanti.

Sementara itu, Gatot menyampaikan total penggunaan listrik satu venue dalam waktu satu hari bisa mencapai 300 kWh. Gerakan Earth Hour pun dinilai pihaknya bisa menghemat pemakaian listrik.

Sebelumnya, Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) bekerjasama dengan WWF Indonesia akan memadamkan lampu penerangan dan dekorasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno selama satu jam (20.30-21.30 WIB) pada Sabtu 24 Maret 2018.

Hal itu dilakukan sebagai simbol kepedulian pada isu-isu lingkungan dan perubahan iklim. Pun sebagai partisipasi dalam Earth Hour bertemakan This Earth Hour #Connect2Earth.

Earth Hour 2018 akan didukung oleh sedikitnya 180 negara di dunia dan 60 kota di Indonesia. Pihak-pihak yang juga akan berpartisipaai dalam Earth Hour 2018 antara lain Gerakan Pramuka, Pemerintah Provinsi DKI, berbagai gedung perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan, dan masyarakat umum yang tergabung dalam komunitas-komunitas.

Tahun ini, 13 bandara yang tergabung dalam Angkasa Pura I juga akan berpartisipasi, yaitu Bandara di Denpasar, Makassar, Mataram, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Banjarmasin, Ambon, Kupang, Manado, dan Biak.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help