Polisi Tembak Mati Teroris ISIS yang Membunuh Tukang Daging dan Konsumen Supermarket

Pria bersenjata asal Maroko itu menyerbu supermarket Super U di Trebes, Prancis dan menyandera sejumlah orang.

Polisi Tembak Mati Teroris ISIS yang Membunuh Tukang Daging dan Konsumen Supermarket
Daily Mail
Aksi terorisme Isis di Prancis. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Polisi menyerbu supermarket Perancis dan menembak mati lelaki bersenjata ISIS, yang menyandera karena muncul dia telah membunuh seseorang sebelum memulai pengepungannya, di mana dia membunuh dua tawanannya.

Pria bersenjata asal Maroko itu menyerbu supermarket Super U di Trebes, Prancis dan menyandera sejumlah orang, Jumat (23/3/2018) pagi, dilaporkan Daily Mail, dikutip Warta Kota.

Seorang tukang daging dan pelanggan telah ditembak mati dan beberapa orang lainnya terluka di tengah kekhawatiran korban lebih lanjut.

Terorir itu mengatakan, dia menuntut pembebasan Salah Abdeslam sebagai tersangka terakhir, yang masih hidup dalam serangan ISIS 2015 di Paris.

Polisi telah diterjunkan di supermarket dan menembak mati tersangka.

Polisi telah menyerbu sebuah supermarket Prancis dan menembak mati seorang pria bersenjata ISIS yang menyandera ketika muncul dia telah membunuh seseorang sebelum memulai pengepungannya.

Penyerang sebelumnya menyerbu Super U, sekitar pukul 11.15 pagi, di kota Trebes, Prancis barat daya, berteriak:

"Aku akan membunuhmu semua".

Pelanggan dan pekerja melarikan diri dari toko dengan ketakutan sementara yang lain bersembunyi di ruang pendingin untuk melarikan diri dari penyerang.

Aksi terorisme Isis di Prancis.
Aksi terorisme Isis di Prancis. (Daily Mail)

Namun, malang, seorang tukang daging dan seorang pembelanja diyakini tewas dan sekitar selusin lagi terluka di tengah kekhawatiran jumlah korban tewas bisa bertambah jika tidak segera diatasi.

Pria bersenjata yang sama diyakini telah menembak dan melukai seorang polisi di kota Carcassonne,, sekitar 15 menit dengan mobil dari Trebes, setelah menembaki empat petugas dari sebuah mobil, saat mereka sedang jogging.

Penyelidik Prancis percaya, mereka telah mengidentifikasi pria itu, berusia 30-an, yang berasal dari Maroko, yang dikenal dengan operasi intelijen dan ditandai dalam basis data militan Islam radikal.

Penyandera itu diyakini dipersenjatai dengan pisau, senjata api, dan granat.

Dia menuntut pembebasan Salah Abdeslam, 28, tersangka terakhir yang masih hidup dalam serangan ISIS di Paris, yang menewaskan 130 orang.

Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe pagi ini menyebut, insiden itu sebagai aksi teroris, sementara Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah mengirim menteri dalam negerinya ke tempat kejadian.

Aksi terorisme Isis di Prancis.
Aksi terorisme Isis di Prancis. (Daily Mail)
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved