Pelanggan e-Commerce Didominasi Milenial

Gerakan kewirausahaan, OK OCE yang kini mulai mengadopsi sistem e-Commerce menurut Felix Sugianto sangat baik.

Pelanggan e-Commerce Didominasi Milenial
Warta Kota/Dwi Rizki
Business Development Director Snapcart Asia Pasific, Felix Sugianto dalam seminar di Snapcart Office, Gran Rubina Business Park, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (22/3/2018). Gerakan kewirausahaan, OK OCE yang kini mulai mengadopsi sistem e-commerce menurutnya sangat baik, karena menjangkau pasar lebih luas dan telah menjadi gaya hidup kaum milenial. 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Gerakan kewirausahaan, OK OCE yang kini mulai mengadopsi sistem e-Commerce dijelaskan Business Development Director Snapcart Asia Pasific, Felix Sugianto sangat baik.

Bukan hanya menjangkau pasar lebih luas, belanja online telah menjadi gaya hidup kaum milenial.

Kesimpulan tersebut diungkapkannya berdasarkan hasil riset yang dilakukan pihaknya lewat aplikasi Snapcart yang melibatkan sebanyak 6.123 responden sepanjang bulan Januari 2018.

Diketahui, peningkatan frekuensi belanja e-commerce di Indonesia, khususnya DKI Jakarta meningkat secara signifikan dengan nilai transaksi mencapai triliun rupiah.

Dalam hasil riset, lanjutnya, separuh pembeli atau 50 persen diketahui merupakan generasi milenial dengan rentang usia antara 24-34 tahun, disusul generasi Z berusia 15-24 tahun sebanyak 31 persen.

Sedangkan generasi X dengan usia 35-44 tahun sebanyak 16 persen dan dua persen sisanya merupakan generasi Baby Boomers atau berusia 45 tahun ke atas.

"Strategi e-commerce dapat memenangkan pasar dan meningkatkan penjualan. Dengan catatan menyasar khalayak yang tepat dan menentukan channel komunikasi yang efektif," ungkapnya dalam seminar di Snapcart Office, Gran Rubina Business Park, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (22/3/2018).

Lebih lanjut dipaparkannya, pembeli potensial diketahui berasal dari kaum perempuan, yakni sebesar 65 persen, atau berbanding terbalik dengan kaum pria yang hanya sebesar 35 persen.

Sementara vendor e-commerce paling sering digunakan adalah Shoope sebesar 37 persen, Tokopedia 25 persen, Lazada 20 persen dan lainnya.

"Kita tarik benang merahnya, perempuan mendominasi di sini, e-commerce harus menjawab kebutuhan mereka, sehingga produk seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu dan peralatan kecantikan dan kesehatan sangat menjanjikan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved