Menhub Yakin Maskapai Indonesia Boleh ke Eropa Lagi

"Kami optimistis dan kami bekerja keras dari hari ke hari. Memang ada beberapa hal yang harus kita improve,"

Menhub Yakin Maskapai Indonesia Boleh ke Eropa Lagi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 

WARTA KOTA, JAKARTA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yakin larangan penerbangan maskapai asal Indonesia ke Eropa akan dicabut oleh Uni Eropa. Pasalnya, hasil evaluasi penilaian dari tim Uni Eropa terhadap standar penerbangan Indonesia mengalami peningkatan.

Keyakinan itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai melakukan pertemuan dengan Ketua Komite Keselamatan Penerbangan UE Peter Bombay dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim di Jakarta, Jumat (23/3/2017) "Peter Bombay mengapresiasi dengan tim kita. Ini ditunjukan dengan beberapa bukti, contohnya dari (penilaian) ICAO (Organisasi penerbangan sipil Internasional) ada peningkatan luar biasa," ucap Budi Karya.

Menurut Budi Karya, dalam hasil evaluasi tersebut tim Uni Eropa memberikan beberapa rekomendasi untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Salah satunya, meningkatkan fungsi radar. "Kami juga diminta agar inspektur menjadi posisi yang berwibawa sehingga bisa melakukan pengawasan yang baik dan tegas," tutur dia.

Meski demikian, tambah Budi Karya, keputusan pencabutan larangan penerbangan ke eropa akan diumumkan pada Juni 2018 nanti. Namun begitu, Budi Karya akan tetap melakukan perbaikan terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim Uni Eropa.

"Kami optimistis dan kami bekerja keras dari hari ke hari. Memang ada beberapa hal yang harus kita improve," tutup dia. Sekadar informasi, larangan penerbangan maskapai Indonesia terbang ke Eropa sejak tahun 2007 hingga kini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menhub Optimistis Maskapai Indonesia Bisa Terbang Lagi ke Eropa",
Penulis : Achmad Fauzi

Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help