Aspija Nilai Pergub Anies Sebagai Mesin Pembunuh Pengusaha

Pergub yang disahkan oleh Gubernur Anies Baswedan dianggap sebagai mesin pembunuh pengusaha tempat hiburan.

Aspija Nilai Pergub Anies Sebagai Mesin Pembunuh Pengusaha
Ilustrasi suasana diskotek. (pixabay.com) 

aporan Wartawan WartakotaLive.com, Hamdi Putra.

WARTA KOTA, PALMERAH - Pengusaha Hiburan di Jakarta mengatakan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata yang disahkan oleh Gubernur Anies Baswedan dianggap sebagai mesin pembunuh pengusaha tempat hiburan.

Pergub yang disebut Anies Baswedan lebih bertaring itu, tidak memberikan toleransi jika di tempat hiburan ditemukan adanya peredaran narkoba, prostitusi dan perjudian.

Jika ditemukan adanya pembiaran manajemen, maka Pemprov DKI Jakarta akan langsung melakukan penutupan permanen dan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija) melalui bagian Humasnya, Hanna Suryani, mendukung langkah pemerintah khususnya Pemprov DKI dalam memberantas narkoba, prostitusi dan perjudian.

"Namun, langsung melakukan penutupan pemanen dan pencabutan TDUP tanpa teguran tertulis dan penutupan sementara itu ataupun pemanggilan pelapor dan pengusaha oleh Pemprov, itu sama saja dengan membunuh pengusaha hiburan," ujar Hanna Suryani kepada Warta Kota, Jum'at (23/3/2018).

Ia meminta masyarakat dan Pemprov untuk tidak menggeneralisasi dan mempersepsikan semua tempat hiburan melalui kacamata negatif. Azaz praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi dalam penegakan hukum.

"Kalau ada temuan ayo kita bicarakan bersama. Kan ada asosiasi, Aspija. Panggil pelapor, panggil pengusaha, untuk melihat adakah keterlibatan pengusaha dalam temuan tersebut," pintanya. (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved