VIDEO: Warga Mandi Bareng di Balai Kota, Tuntut Anies Putuskan Palyja dan Aetra

"Air mahal! Satu jirigen Rp 10 ribu! Kita kehabisan air! Enggak bisa nyuci, enggak bisa masak," ujar salah satu demonstran

WARTA KOTA, JAKARTA- Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) menggelar aksi unjuk rasa dengan mandi bersama di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

KMMSAJ terdiri dari berbagai elemen organisasi masyarakat, seperti Penggugat Swastanisasi Air, KRUHA, LBH Jakarta, Solidaritas Perempuan Jabotabek, dan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan. Mereka meminta Pemprov DKI menghentikan swastanisasi air di Jakarta dan segera mengambil alih pengelolaan air dari pihak swasta, dalam hal ini, PT Aetra Jakarta dan Palyja.

Selain membawa spanduk-spanduk yang berisikan tuntutan, demonstran juga membawa perlengkapan untuk mandi seperti ember, gayung, sabun dan juga handuk.

Dalam aksi demonstrasinya tersebut mereka yang merupakan Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air menuntut ketersediannya air bersih di Jakarta dan juga menurunkan harga air bersih yang dirasakan mahal di Jakarta.

"Air mahal! Satu jirigen Rp 10 ribu! Kita kehabisan air! Enggak bisa nyuci, enggak bisa masak," ujar salah satu demonstran yang menggunakan handuk di kepalanya.

Awalnya demonstran meminta agar Balai Kota DKI memberikan aliran air bagi mereka untuk mandi, "Pak Polisi! Kita minta air! Belum mandi. Kita sudah bawa selang" teriak salah satu demonstran.

Namun hal tersebut tidak dikabulkan oleh Balai Kota DKI dan mereka pun langsung mengeluarkan jirigen-jirigen yang berisikan air, lalu menuangkan ke dalam ember.

Demonstran langsung mengguyur diri dan mengguyur teman-temannya untuk menunjukan keprihatinannya karena air susah dan mahal. (m-14)

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help