Puluhan Warga Tangerang Jadi Korban Penipuan CPNS

Total sekitar 20 warga yang berada di dua Kecamatan melakukan pelaporan atas perkara ini ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018).

Puluhan Warga Tangerang Jadi Korban Penipuan CPNS
Warta Kota/Andika Panduwinata
Warga yang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) melapor ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Puluhan warga Kabupaten Tangerang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS). Bahkan mereka menelan kerugian cukup besar terkait kasus tersebut.

Total sekitar 20 warga yang berada di dua Kecamatan yakni, Jambe dan Panongan, Kabupaten Tangerang melakukan pelaporan atas perkara ini ke Mapolresta Tangerang pada Kamis (22/3/2018). Pelaku diketahui berinisial RF yang diadukan ke polisi.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Imas (24) satu dari korban yang merupakan warga Panongan, Kabupaten Tangerang.

Warga yang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) melapor ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018).
Warga yang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) melapor ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Ia menjelaskan peristiwa ini berawal saat RF memberikan informasi akan adanya lowongan menjadi CPNS dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.

Selanjutnya, mendengarkan informasi tersebut menanyakan kebenaran akan lowongan yang ada.

"Saya kenal dia (RF) ini karena suka berada di tempat saya tinggal suka keliling gitu. Dia memang dikenal warga, karena dia bilang dia ini petugas Pemda," ujar Imas saat ditemui di Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018).

"Terus soal CPNS ini saya tanya dan katanya betul ada lowongan itu, lalu dijelaskan dia untuk masuk bekerja ke lingkungan Pemda terlebih dahulu harus bayar. Kemudian saya bayar tunai sebesar Rp. 25 juta untuk bisa bekerja dan menjadi PNS di Pemda," sambungnya.

Bukannya menjadi PNS yang dijanjikan, Imas beserta rekannya yang lain malah kehilangan uang. Dan nyatanya tak bekerja di lingkungan Pemda yang diharapkan.

"Habis kasih uang saya gak langsung kerja, saya ditelepon dan bilang kalau jadi staf dulu. Ya, saya tidak masalah. Lalu kata dia tunggu info dari dia soal kapan masuk kerja," ucapnya.

Warga yang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) melapor ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018).
Warga yang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) melapor ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Ia menyebut pelaku kemudian menghubungi dirinya untuk datang ke Pusat Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun hanya untuk mengisi absensi manual dan tak pernah bekerja di Pemda.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan mengaku sudah menerima aduan dari para korban. Dirinya menegaskan jajarannya akan menindak lanjuti atas laporan tersebut.

"Benar kalau ada unsur pidana akan penipuan tentu dikenakan Pasal yang sesuai. Sejauh ini masih kami proses karena baru laporan," papar Wiwin. (dik)

Warga yang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) melapor ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018).
Warga yang menjadi korban penipuan calon penerimaan negeri sipil (CPNS) melapor ke Mapolresta Tangerang, Kamis (22/3/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved