Nyaris Punah, Permainan Tradisional yang Dekatkan Ortu dan Anak

Permainan tradisional anak dapat meningkatkan kedekatan anak dengan orangtua serta kualitas kesehatan anak, karena bermain di luar ruangan.

Nyaris Punah, Permainan Tradisional yang Dekatkan Ortu dan Anak
Dok. Pribadi
MAINAN anak tradisional congklak dan layangan. Gerakan Nasional 'Jam Main Kita' diluncurkan di Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018), demi mengembangkan kembali permainan tradisional anak. 

WARTA KOTA, MENTENG --- 'Hom pimpah alaium gambreng, mak Ijah pakai baju rombeng'. Kalimat yang awamnya diucapkan anak-anak ketika mengawali permainan tradisional itu kini kian menghilang, kepopulerannya kian berganti dengan beragam aplikasi dalam ponsel ataupun video game.

Perubahan kebiasaan anak tersebut, menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Anggia Ermarini, harus segera disikapi para orangtua untuk segera mengajak anak-anak bermain di luar ruangan serta mengenalkan kembali permainan tradisional.

KETUA Bidang Keislaman Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPAA) Anisia Kumala (kiri, lanjut ke kanan), Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Anggia Ermarini, Seto Mulyadi atau Kak Seto selaku Ketua LPAI, dan Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia Lakish Hatalkar ketika meresmikan Gerakan Nasional 'Jam Main Kita' di Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).
KETUA Bidang Keislaman Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPAA) Anisia Kumala (kiri, lanjut ke kanan), Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Anggia Ermarini, Seto Mulyadi atau Kak Seto selaku Ketua LPAI, dan Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia Lakish Hatalkar ketika meresmikan Gerakan Nasional 'Jam Main Kita' di Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018). (Dok. Pribadi)

Perubahan yang disebutnya sebagian Gerakan Nasional 'Jam Main Kita' itu diharapkan dapat membangkitkan kembali permainan tradisional Indonesia, meningkatkan kedekatan anak dengan orangtua, sekaligus kualitas kesehatan anak dengan bermain di luar ruangan.

"Tujuan gerakan sosial (Jam Main Kita) ini untuk mengajak anak-anak Indonesia agar lebih mengenal permainan tradisional sekaligus mengajak mereka untuk aktif bermain di luar rumah bersama keluarga," ujarnya di Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

PERMAINAN anak tradisional yoyo, gasing, dan kuda lumping. Melalui peluncuran Gerakan Nasional 'Jam Main Kita' di Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018), permainan anak tradisional akan kembali diperkenalkan.
PERMAINAN anak tradisional yoyo, gasing, dan kuda lumping. Melalui peluncuran Gerakan Nasional 'Jam Main Kita' di Hotel Pullman, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018), permainan anak tradisional akan kembali diperkenalkan. (Dok. Pribadi)

Dengan bermain di luar, orangtua tidak perlu khawatir soal kondisi anak yang berpanas-panasan di bawah matahari ataupun tidak mengenakan alas kaki. Hal tersebut, kata Anggia, justru membentuk daya tahan tubuh anak-anak, penyakit pun dapat diantisipasi lewat mencuci tangan sebelum makan.

"Di Kota Jakarta pun permainan tradisional anak bisa dibilang nyaris punah, karena memang lahan bermain kurang. Anak-anak harus tetap tumbuh berkembang secara fisik maupun mental dan salah satunya adalah dengan aktif bermain di luar bersama keluarga, kerabat maupun teman-teman sebaya mereka," tutupnya menambahkan. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved