Temui WNI di Selandia Baru, Presiden Jokowi Cerita soal Papua

Presiden Jokowi menceritakan soal Papua hingga diaspora saat pertemuan dengan WNI yang tinggal di Selandia Baru, Senin (19/3/2018).

Temui WNI di Selandia Baru, Presiden Jokowi Cerita soal Papua
TRIBUNNEWS/NICOLAS MANAFE
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Wellington, Selandia Baru. 

WARTA KOTA, WELLINGTON - Presiden Joko Widodo menceritakan soal Papua hingga diaspora saat pertemuan dengan para warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Selandia Baru di Amopura Gathering, Museum Te Papa, Wellington, Senin (19/3/2018).

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan, pertemuan dengan WNI ini adalah agenda terakhir dalam kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Selandia Baru.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah WNI mengajukan pertanyaan mulai dari soal Papua hingga soal diaspora.

"Bapak Presiden, apa yang menjadi motivasi Bapak sehingga begitu sering datang ke Papua?" Pertanyaan itu dilontarkan Fransiscus Orlando, salah satu WNI asal Papua yang tinggal di Selandia Baru.

Presiden yang hadir bersama Ibu Iriana Joko Widodo, menjawab bahwa sebagai seorang pemimpin, ia ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat dan infrastruktur disana, tidak hanya dari laporan. Menurut Jokowi, Indonesia bagian timur terlalu lama dilupakan dan kurang diperhatikan.

"Satu setengah bulan setelah dilantik, saya langsung terbang ke Papua. Sampai saat ini sudah tujuh kali saya datang ke Papua dan merupakan provinsi paling sering saya kunjungi. Padahal dari Jakarta ke Papua butuh enam jam. Tapi ini wilayah NKRI yang harus diperhatikan," ujarnya disertai tepuk tangan para WNI yang hadir.

Presiden pun berbagi cerita dan pengalamannya ketika melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah tertinggal di Indonesia. Salah satunya saat ia berkunjung ke Kabupaten Nduga di Papua.

"Waktu itu oleh Panglima (TNI) saya tidak diperbolehkan karena itu daerah paling rawan. Saya terbang ke sana naik heli karena memang dari Wamena saja ke Nduga butuh empat hari empat malam berjalan di tengah hutan. Di Kabupaten Nduga itu aspal satu meter saja tidak ada. Inilah yang membuat saya sedih sekali. Inilah motivasi saya, agar infrastruktur dan SDM sama dengan provinsi-provinsi lainnya," ujar Presiden. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help